PROFIL BERDASARKAN ABJAD
INDONESIA
Bambang Brodjonegoro

Foto:

Bambang Brodjonegoro


Nama Lengkap : Bambang Brodjonegoro

Alias : Bambang P.S Brodjonegoro

Profesi : Ekonom

Agama : Islam

Tanggal Lahir : Kamis, 3 Oktober 1963

Zodiac : Balance

Warga Negara : Indonesia


No Relation
BIOGRAFI

Prof. Bambang Brodjonegoro, atau lengkapnya Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, lahir pada 3 Oktober 1966. Pria berkacamata ini menyelesaikan pendidikan formal tingkat Strata 1 di Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia pada 1990. Konsentrasi bidang studi yang ditekuni adalah Ekonomi Pembangunan dan Ekonomi Regional. Setahun berikutnya, Brodjonegoro melanjutkan pendidikan formal tingkat magister (1991 - 1993) pada University of Illinois at Urbana-Champaign, USA, sekaligus melanjutkan program doktoral di universitas yang sama hingga 1995.

Bambang Brodjonegoro dikenal baik di dalam maupun di luar kalangan akademik. Sebagai akademisi, karirnya dimulai sebagai staf pengajar di FE - UI hingga merangkak naik menjadi Ketua Jurusan Ekonomi hingga Dekan Fakultas Ekonomi, UI. Kepakaran dan keluasan pengalaman di bidang ekonomi, khususnya terkait desentralisasi wilayah, membuat Brodjonegoro sering diundang sebagai dosen atau guru besar tamu bagi banyak universitas di dalam dan luar negeri.

Di luar dunia akademik, nama Bambang Brodjonegoro juga dikenal luas mulai dari tingkat pasar modal hingga pemerintahan. Pria yang juga aktif dalam berbagai organisasi sosial ini sangat tidak asing dengan banyak Badan Usaha Milik Pemerintah (BUMN) seperti PT. PLN, PT. ANTAM, PT. TELKOM, dan lain-lain. Kepakarannya dalam bidang Ekonomi Pembangunan, khususnya wilayah perkotaan, membuat banyak perusahaan dan lembaga pemerintah memberi kepercayaan sangat tinggi kepada Brodjonegoro untuk duduk sebagai dewan komisionaris dan atau konsultan independen.

Pihak pemerintah Indonesia sendiri, khususnya di kalangan Departemen Keuangan, juga sudah sangat akrab dengan nama Bambang Brodjonegoro. Bentuk kepercayaan dari pemerintah RI tersebut setidaknya dibuktikan melalui Surat Perintah Menteri Keuangan nomor: PRIN-218/MK.01/2011 tanggal 20 Januari 2011 yang isinya melantik Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, Ph.D. sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan RI.

Di samping aktif dalam dunia akademik, perusahaan hingga pemerintahan, Bambang Brodjonegoro juga dikenal sama-sama aktif memproduksi teks ilmiah terkait bidang kepakarannya.

PENDIDIKAN
  • University of Illinois at Urbana-Champaign, 1993 - 1997, Ph.D (Tata Wilayah dan Perkotaan), Bidang Studi: Ilmu Regional dan Ekonomi Pembangunan.
  • University of Illinois at Urbana-Champaign, 1991 - 1993, M.Sc (Tata Kota), Bidang Studi: Tata Transportasi & Ekonomi Pembangunan.
  • University of Indonesia, Jakarta, 1985 - 1990, SE., Bidang Studi: Ekonomi Pembangunan & Ekonomi Regional.
KARIR
  • Sebagai MITRA PENELITI, LPEM-FEUI, 1997 - 2005. Proyek:
  • Ketua, Formulasi Sistem Rencana Pembangunan, JICA dan Bappenas.
  • Koordinator, Jejaring Universitas untuk Pengembangan Ekonomi Lokal, LPEM - FE UI dan Open Society Institute, Hungaria.
  • Ketua, Formulasi Dana Alokasi Umum (DAU), Dutch Trust Fund, Bank Dunia.
  • Ketua, Dampak Ekonomi PT INCO terhadap Ekonomi Lokal dan Nasional.
  • Penasehat Kependudukan untuk Indonesia, The Open Society Institute, Hungary.
  • Ketua, Formulasi Institusi Transfer antar-pemerintah di Indonesia, Dutch Trust Fund, Bank Dunia.
  • Ketua, Penelitian Gabungan Jepang-Indonesia untuk Desentralisasi Indonesia, JICA.
  • Anggota, Kebijakan Desentralisasi Fiskal dan Tinjauan Belanja Umum Wilayah di Indonesia, JBIC.
  • Anggota, Pembangunan Kemampuan Desentralisasi, JICA.
  • Ketua, Dampak Kilang Gas 'Tangguh' terhadap Perekonomian Papua, British Petroleum (BP).
  • Ketua, Pembagian Pendapatan Sumber Daya Alam untuk Aceh, Koordinator Menteri Perekonomian.
  • Ketua, Kajian Wilayah Perdagangan Bebas di Indonesia, Kementrian Dagang dan Industri.
  • Ketua, Prakiraan Pertumbuhan Ekonomi Propinsi di Indonesia (2001 - 2005), BAPPENAS.
  • Ketua, Strategi Alternatif Pembangunan dan Proyeksi Ekonomi Pulau Batam 2005, Otorita Industri Pengembangan Wilayah (Badan otorita) Batam.
  • Ketua, Dampak Situasi Makroekonomi terhadap Permintaan Telekomunikasi Internasional, PT INDOSAT.
  • Ketua, Estimasi Permintaan Kebutuhan Telekomunikasi Lokal, PT TELKOM Indonesia.
  • Ketua, Peran PT ASTRA Group dalam Perekonomian Indonesia, Yayasan Dharma Bakti Astra.
  • Ketua, Model Ekonomi Dampak di DKI Jakarta, BAPPEDA Jakarta.
  • Anggota, Kajian Distribusi Semen di Indonesia, Asosiasi Pengusaha Semen Indonesia.
  • sebagai PENELITI SENIOR, Laboratorium Kajian Ekonomi dan Pembangunan, 2002 – sekarang. Proyek:
  • Tenaga Ahli, Ulasan Sejawat Rencana Implementasi Proyek (Individual Action Plan) APEC untuk Rusia, Sekretariat APEC.
  • Tenaga Ahli, TA untuk Badan Penasehat Otonomi Wilayah, Bank Pembangunan Asia (ADB).
  • Tenaga Ahli, Ulasan Sejawat Rencana Implementasi Proyek (Individual Action Plan) APEC untuk Selandia Baru, Sekretariat APEC.
  • Tenaga Ahli, Penentuan Jumlah optimal Propinsi di Indonesia, Kementrian Dalam Negeri dan Kerjasama.
  • Ketua, Pemetaan Ekonomi Wilayah di Indonesia, Bank Indonesia.
  • Pakar Desentralisasi Fiskal, RENSTRA Nasional untuk Desentralisasi di Indonesia, ADB.
  • Pakar Ekonomi Perhubungan, Konsekuensi Ekonomi Kecelakaan Jalan Raya, ADB.
  • Ketua, Kebijakan Perubahan (Transformasi) dan Industrialisasi di Asia Tenggara, Yayasan SASHAKAWA.
  • Ketua, Strategi Pengentasan Kemiskinan Kota, BAPPENAS.
  • Ketua, Penentu Inflasi Regional di Indonesia, Bank Indonesia.
  • Ketua, Pembangunan Regional dan Desentralisasi di Indonesia, Bank Mandiri.
  • Anggota, Tim Pembentukan Dana Alokasi Umum Indonesia, Kementrian Keuangan, September – Desember 2000 dan April – Agustus 2001.
  • Konsultan, Manajemen Sumber Daya Alam USAID, Agustus - September 1999. 
  • Konsultan, UNDP/UNSFIR (Kantor Jakarta), Nopember 1998 - Pebruari 1999. 
  • Konsultan, UNDP/RBAP, Mei 1998 - Juni 1998. 
  • Asisten Peneliti, Regional Economics Applications Laboratory, University of Illinois at Urbana-Champaign, September 1995 - Agustus 1997.
  • Asisten Peneliti, Pusat Ekonomi antar-Universitas, UI Jakarta, 1989 - 1991. Tugas: pengumpulan data, analisis data, penyiapan sebagian laporan akhir untuk proyek berikut:
  •  Evaluasi Ekonomi Sistem Transportasi di Pulau Jawa, 1990-1991, koordinator: Prof.T.John Kim dan Prof. Iwan J. Azis);
  • Analisis Komprehensif terhadap Pembangunan Regional di Indonesia, 1990, Kolaborasi antara IUC Economics Universitas Indonesia dan IDRC Kanada, koordinator: Prof. Iwan J. Azis;
  • Evaluasi Rencana Lima Tahun Pembangunan Transportasi di Kalimantan Timur, Indonesia, 1989, koordinator: Prof. Iwan J. Azis.

PENGALAMAN PROFESI

  • Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Kementrian Keuangan RI, mulai Januari 2011.
  • Direktur Jenderal, The Islamic Research and Training Institute (IRTI), Islamic Development Bank (IDB), 2009 -2011.
  • Dekan FE - UI, 2005 - 2009.
  • Ketua Jurusan Ekonomi, FE - UI, 2002 - 2005.
  • Ketua Tim Ahli Menteri Keuangan untuk Desentralisasi Fiskal, 2007 - 2008.
  • Direktur Program Pascasarjana Ilmu Ekonomi, UI, 2001 – 2004.
  • Wakil Direktur bagian Ekonomi Regional dan Riset Infrastruktur, LPEM-FEUI, 1999 – 2002.
  • Anggota Tim Ahli Menteri Keuangan untuk Desentralisasi Fiskal, 2005 - 2006.
  • Sekretaris Program Pascasarjana Ilmu Ekonomi, UI, 1998 - 2001.

PENGALAMAN PENASEHAT

  • Komisionaris Independen, PT Adira Insurance, 2006 – 2011.
  • Komisionaris Independen, PT PLN, 2004 – 2009.
  • Ketua Komite Tata Pamong, Dewan Komisionaris, PT PLN, 2007 - 2009.
  • Anggota Tim Penasehat Independen, Asia Bond Fund, PT Bahana TCW Investment, 2007 – 2009.
  • Ketua Komite Audit, Dewan Komisionaris PT PLN, 2004 – 2006.
PENGHARGAAN
  • Visiting Fellow, The Indonesia Project – Australian National University (ANU), Canberra, Australia, Desember 2004.
  • Eisenhower Fellowships, The Single Region Program – Southeast Asia, USA, September – November 2002.
  • ISEAS-World Bank Research Fellowship Award (as Visiting Research Fellow), The Institute of Southeast Asian Studies, Singapura, Maret - Juni 1999.
  • Visiting Fellow, The Institute of East Asian Studies, Thammasat University, Thailand, Maret 1999.
  • Academic Scholarship awarded by the Indonesian Government - HEDP, Agustus 1991 - Desember 1995.
  • Mahasiswa Berprestasi Universitas Indonesia, 1989
SOCIAL MEDIA
bambang.brodjonegoro@depkeu.go.id | brodjo@indo.net.id | brodjoui@yahoo.com.

Kirim ke teman
  • Kirim copy ke email saya

    • Kirim ke




ARSIP BERITA
  • Jumat, 13 Januari 2017 15:27:20 Pemerintah bentuk tim buat peta anggaran setiap kementerian

    Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Bappenas Bambang Brodjonegoro melakukan rapat bahas sistem perencanaan dan penganggaran. Pemerintah akan bentuk tim kecil untuk membuat peta persoalan agar sistem perencanaan dan penganggaran pemerintah berjalan baik.

  • Rabu, 11 Januari 2017 13:53:02 Menteri Bambang ingatkan bahaya kutukan sumber daya alam

    Menteri Bambang ingatkan bahaya kutukan sumber daya alam. Menurutnya, untuk mewujudkan pembangunan yang inovatif dan berdaya saing tidak bisa hanya mengandalkan sumber daya alam (SDA) saja. Indonesia memang memiliki potensi SDA yang melimpah namun hal itu tidak dapat menjamin kesejahteraan masyarakat.

  • Rabu, 11 Januari 2017 12:38:56 Menteri Bambang tuntut inovasi pemda optimalkan pembangunan

    Menteri Bambang tuntut inovasi pemda optimalkan pembangunan. Menteri Bambang mengatakan untuk mencapai daerah yang berinovasi, pemerintah daerah harus dapat mengelola sumber daya alam dengan optimal. Tidak hanya itu, dukungan sumber daya manusia yang mumpuni adalah faktor pendukung lain yang tidak boleh diabaikan.

  • Sabtu, 24 Desember 2016 12:51:08 DPR: Pembiayaan di luar APBN selamatkan rencana pembangunan Jokowi

    DPR: Pembiayaan di luar APBN selamatkan rencana pembangunan Jokowi. Bappenas akan menggenjot Pembiayaan Investasi Non APBN (PINA) dengan memanfaatkan sumber pembiayaan jangka panjang. Misal dari dana pensiun dan perusahaan pembiayaan infrastruktur.

  • Jumat, 16 Desember 2016 14:18:21 Pemerintah siapkan 50 rencana aksi perbaikan tata kelola & pelayanan

    Pemerintah siapkan 50 rencana aksi perbaikan tata kelola & pelayanan. Bappenas, hari ini, meluncurkan Rencana Aksi Keterbukaan Pemerintah 2016-2017. Semua rencana disusun dengan lengkap bertujuan untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya.

  • Rabu, 14 Desember 2016 18:46:53 Menteri Bambang pastikan revisi RTRW Pelabuhan Patimban segera usai

    Menteri Bambang pastikan revisi RTRW Pelabuhan Patimban segera usai. Menteri Bambang berharap nantinya 200.000 kendaraan bisa beroperasi di Patimban. Menteri Bambang mengatakan untuk pembiayaan Pelabuhan Patimban nantinya akan menggunakan sistem skema pinjaman.

  • Kamis, 8 Desember 2016 18:11:37 Saran Bappenas agar pembangunan listrik 35.000 MW sesuai target

    Padahal, program pembangunan pembangkit listrik dalam lima tahun sebesar 35 GW yang sesuai rencana akan memberikan penambahan nilai tambah terhadap perekonomian Indonesia sisi produksi sebesar 0,2 persen pada tahun 2017.

  • Kamis, 8 Desember 2016 17:42:59 Bappenas sebut perlambatan pertumbuhan kredit pengaruhi investasi

    Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN/ Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan salah satu penyebab rendahnya pertumbuhan kredit perbankan adalah meningkatnya resiko perbankan yang tercermin dari kenaikan Non Performing Loan (NPL) atau kredit macet yang mencapai 3,1 persen di September 2016.

  • Kamis, 8 Desember 2016 17:03:10 2017, Ekonomi RI diprediksi turun 0,72 persen akibat krisis China

    Dia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat 0,03 persentase poin (pp) terhadap produk domestik bruto (PDB) pada tahun 2016. Sementara, pertumbuhan ekonomi nasional di tahun 2017 diperkirakan turun 0,72 persen terhadap PDB.

  • Rabu, 7 Desember 2016 18:43:18 Jokowi tak ingin Rupiah berpatok pada USD, ini kata bos Bappenas

    "Sekarang kita banyak perdagangan dengan negara yang artinya tidak bergantung kepada Dolar. Jadi, mungkin sebagian bisa menggunakan (Dolar), tapi sekali lagi itu tergantung apakah transaksinya dimungkinkan atau tidak."