Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Profil

Eman Suparman

Profil Eman Suparman | Merdeka.com

Eman Suparman, pria kelahiran Kuningan Jawa Barat ini adalah Ketua Komisi Yudisial Indonesia periode 2010-2015. Suami dari Ella Dewi Larasati ini lahir pada 23 April 1959.

Eman Suparman menamatkan pendidikan tingkat tingginya (S1) di Fakultas Hukum Unpad pada tahun 1982. Selang setahun berikutnya, ia mulai memasuki dunia kerja dengan berprofesi sebagai dosen Universitas Padjajaran, Bandung. 

Pria yang juga merupakan Ketua Asosiasi Batik Indonesia ini kemudian memutuskan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 di Fakultas Pascasarjana Universitas Gajah Mada (UGM) yang berhasil ia selesaikan pada tahun 1988. 

Ayah dari dua dokter, Risa Dewi Angganiawati dr., M.Kes dan Anggiani Dewi Rahmati drg., ini menyelesaikan gelar S3 di Program Doktor Ilmu Hukum universitas Diponegoro (UNDIP) pada tahun 2004. Gelar Guru Besar dalam bidang Hukum Acara Perdata di Fakultas Hukum Unpad berhasil diraih pada tahun 2009.

Ia resmi diangkat menjadi ketua Komisi Yudisial periode 2010-2015 setelah mendapatkan dukungan dari empat suara. Mengalahkan calon ketua lainnya, yaitu Abas Said yang saat itu memperoleh tiga suara. 

Selama menjabat sebagai Ketua Komisi Yudisial (KY), Eman Suparman dikenal sebagai seorang pemimpin yang bersih tanpa catatan korupsi. Hal tersebut diungkapkan oleh pihak Indonesia Corruption Watch (ICW) pada 30 Desember 2010 lalu. 

Riset dan analisis: Sony Anshar

Last update: 16/10/2013

Profil

  • Nama Lengkap

    Prof. Dr. H. Eman Suparman S.H., M.H

  • Alias

    No Alias

  • Agama

    Islam

  • Tempat Lahir

    Kuningan, Jawa Barat

  • Tanggal Lahir

    1959-04-23

  • Zodiak

    Taurus

  • Warga Negara

  • Biografi

    Eman Suparman, pria kelahiran Kuningan Jawa Barat ini adalah Ketua Komisi Yudisial Indonesia periode 2010-2015. Suami dari Ella Dewi Larasati ini lahir pada 23 April 1959.

    Eman Suparman menamatkan pendidikan tingkat tingginya (S1) di Fakultas Hukum Unpad pada tahun 1982. Selang setahun berikutnya, ia mulai memasuki dunia kerja dengan berprofesi sebagai dosen Universitas Padjajaran, Bandung. 

    Pria yang juga merupakan Ketua Asosiasi Batik Indonesia ini kemudian memutuskan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 di Fakultas Pascasarjana Universitas Gajah Mada (UGM) yang berhasil ia selesaikan pada tahun 1988. 

    Ayah dari dua dokter, Risa Dewi Angganiawati dr., M.Kes dan Anggiani Dewi Rahmati drg., ini menyelesaikan gelar S3 di Program Doktor Ilmu Hukum universitas Diponegoro (UNDIP) pada tahun 2004. Gelar Guru Besar dalam bidang Hukum Acara Perdata di Fakultas Hukum Unpad berhasil diraih pada tahun 2009.

    Ia resmi diangkat menjadi ketua Komisi Yudisial periode 2010-2015 setelah mendapatkan dukungan dari empat suara. Mengalahkan calon ketua lainnya, yaitu Abas Said yang saat itu memperoleh tiga suara. 

    Selama menjabat sebagai Ketua Komisi Yudisial (KY), Eman Suparman dikenal sebagai seorang pemimpin yang bersih tanpa catatan korupsi. Hal tersebut diungkapkan oleh pihak Indonesia Corruption Watch (ICW) pada 30 Desember 2010 lalu. 

    Riset dan analisis: Sony Anshar

    Last update: 16/10/2013

  • Pendidikan

    • S1 Fakultas Hukum Unpad tahun 1982
    • S2 Fakultas Pascasarjana Universitas Gajah mada (UGM ) tahun 1988
    • S3 Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Diponegoro (UNDIP) dan lulus tahun 2004

  • Karir

    • Guru Besar Fakultas Hukum (FH) Unpad khususnya dalam bidang Hukum Acara Perdata
    • Ketua Asosiasi Batik Indonesia

  • Penghargaan

Geser ke atas Berita Selanjutnya