Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Profil

Iskandar Sitompul

Profil Iskandar Sitompul | Merdeka.com

Menjabat sebagai laksamana muda TNI, nama Iskandar Sitompul belakangan banyak muncul di berbagai media terkait keamanan di Indonesia yang sering terguncang. Sebut saja kasus pertikaian antara anggota Kostrad dengan anggota Brimob di Gorontalo. Kasus tersebut bermula ketika satu regu Brimob berpatroli menggunakan mobil truk dan dilempari batu dan botol oleh orang yang tidak dikenal. Kemudian, Brimob tersebut mengejar namun tidak tertangkap. Berlanjut keesokan harinya Brimob kembali melakukan sweeping di depan kantor Brimob, di sanalah kasus pertikaian terungkap. Saat itu, ada tiga motor yang melintas dan menolak untuk diberhentikan oleh anggota Brimob. Hanya karena menolak berhenti, sebuah tembakan dari Brimob akhirnya terlempar mengenai salah satu orang yang ternyata adalah anggota kostrad. Kasus salah paham inilah yang kemudian banyak meluas di Indonesia belakangan ini. Tak hanya kasus yang menyangkut anggota Brimob dan kostrad yang perlu ditindak-lanjuti hingga tuntas, sejumlah kasus serupa yang juga melibatkan senjata tajam pun telah banyak mampir di kehidupan masyarakat biasa. Kuat dugaan bahwa senjata tajam seperti pistol diperjual-belikan secara bebas tanpa ada surat ijin memegang senjata tajam.

Terkait pemberitaan yang masih fresh di telinga adalah adanya oknum TNI yang bertindak semena-mena dan menamai mereka dengan sebutan Koboy Palmerah. Dalam pemberitaan tersebut, pria yang akrab disapa Iskandar tersebut menyatakan bahwa ia akan memberikan sanksi tegas terkait ulah yang dilakukan oknum TNI tersebut. Ia pun membeberkan hukuman yang akan diberikan pada oknum TNI tersebut sesuai dengan Undang-Undang Nomor 34 tahun 2004.

Lahir di Banda Aceh, 22 Juni 1957, Iskandar memulai karir di akademi militer di Akademi Angkatan Laut pada tahun 1980. Selepasnya lulus dari AAL, ia segera ditugaskan sebagai Perwira TNI AL dengan pangkat Letnan Dua dan ditugaskan di KRI Jayawijaya sebagai Kepala Departemen Bantu di yahun yang sama. Berbagai jabatan pernah dilakoni ayah dari Alexander Kevin dan Alexander Andre ini, terakhir, saat ini ia menjabat sebagai Kapuspen TNI yang dilantik akhir Desember 2010 lalu. Tak hanya menempa ilmu di AAL, berbagai pendidikan militer pernah  dilakukan Iskandar seperti Kursus Perwira Eka Dasar (1981), Kursus Perwira Perbekalan (1982), Penataran Waskat (1989), Suslapa-1 Keuangan (1991),
Diklapa Non-TNI AL Matra Laut (1991), Seskoal Angkatan XXXII
(1994-1995), Sesko TNI Angkatan XXIX (2002), dan KRA XXXIX
Lemhannas (2006). Dikenal sebagai TNI yang disiplin, suami dari Irryanthy ini pun juga sering kali mendapatkan penghargaan. Tanda jasa yang dimiliki meliputi Bintang Jalasena Nararya, Satya Lencana Kesetiaan VIII, XVI, dan XXIV; Satya Lencana Dwidya Sistha, dan Satya Lencana Kebaktian Sosial.

Riset dan Analisa oleh Atiqoh Hasan

Profil

  • Nama Lengkap

    Laksda TNI Iskandar Sitompul SE

  • Alias

    No Alias

  • Agama

    Kristen

  • Tempat Lahir

    Banda Aceh

  • Tanggal Lahir

    1957-06-22

  • Zodiak

    Cancer

  • Warga Negara

    Indonesia

  • Istri

    Irryanthy

  • Anak

    Alexander Kevin, Alexander Andre

  • Biografi

    Menjabat sebagai laksamana muda TNI, nama Iskandar Sitompul belakangan banyak muncul di berbagai media terkait keamanan di Indonesia yang sering terguncang. Sebut saja kasus pertikaian antara anggota Kostrad dengan anggota Brimob di Gorontalo. Kasus tersebut bermula ketika satu regu Brimob berpatroli menggunakan mobil truk dan dilempari batu dan botol oleh orang yang tidak dikenal. Kemudian, Brimob tersebut mengejar namun tidak tertangkap. Berlanjut keesokan harinya Brimob kembali melakukan sweeping di depan kantor Brimob, di sanalah kasus pertikaian terungkap. Saat itu, ada tiga motor yang melintas dan menolak untuk diberhentikan oleh anggota Brimob. Hanya karena menolak berhenti, sebuah tembakan dari Brimob akhirnya terlempar mengenai salah satu orang yang ternyata adalah anggota kostrad. Kasus salah paham inilah yang kemudian banyak meluas di Indonesia belakangan ini. Tak hanya kasus yang menyangkut anggota Brimob dan kostrad yang perlu ditindak-lanjuti hingga tuntas, sejumlah kasus serupa yang juga melibatkan senjata tajam pun telah banyak mampir di kehidupan masyarakat biasa. Kuat dugaan bahwa senjata tajam seperti pistol diperjual-belikan secara bebas tanpa ada surat ijin memegang senjata tajam.

    Terkait pemberitaan yang masih fresh di telinga adalah adanya oknum TNI yang bertindak semena-mena dan menamai mereka dengan sebutan Koboy Palmerah. Dalam pemberitaan tersebut, pria yang akrab disapa Iskandar tersebut menyatakan bahwa ia akan memberikan sanksi tegas terkait ulah yang dilakukan oknum TNI tersebut. Ia pun membeberkan hukuman yang akan diberikan pada oknum TNI tersebut sesuai dengan Undang-Undang Nomor 34 tahun 2004.

    Lahir di Banda Aceh, 22 Juni 1957, Iskandar memulai karir di akademi militer di Akademi Angkatan Laut pada tahun 1980. Selepasnya lulus dari AAL, ia segera ditugaskan sebagai Perwira TNI AL dengan pangkat Letnan Dua dan ditugaskan di KRI Jayawijaya sebagai Kepala Departemen Bantu di yahun yang sama. Berbagai jabatan pernah dilakoni ayah dari Alexander Kevin dan Alexander Andre ini, terakhir, saat ini ia menjabat sebagai Kapuspen TNI yang dilantik akhir Desember 2010 lalu. Tak hanya menempa ilmu di AAL, berbagai pendidikan militer pernah  dilakukan Iskandar seperti Kursus Perwira Eka Dasar (1981), Kursus Perwira Perbekalan (1982), Penataran Waskat (1989), Suslapa-1 Keuangan (1991),
    Diklapa Non-TNI AL Matra Laut (1991), Seskoal Angkatan XXXII
    (1994-1995), Sesko TNI Angkatan XXIX (2002), dan KRA XXXIX
    Lemhannas (2006). Dikenal sebagai TNI yang disiplin, suami dari Irryanthy ini pun juga sering kali mendapatkan penghargaan. Tanda jasa yang dimiliki meliputi Bintang Jalasena Nararya, Satya Lencana Kesetiaan VIII, XVI, dan XXIV; Satya Lencana Dwidya Sistha, dan Satya Lencana Kebaktian Sosial.

    Riset dan Analisa oleh Atiqoh Hasan

  • Pendidikan

    • Akademi Angkatan Laut, 1980
    • Sarjana Fakultas Ekonomi
    • Sekolah Menengah Atas, 1975
    • Sekolah Menengah Pertama, 1972
    • Sekolah Dasar, 1969

  • Karir

    • Kepala Biro Buku Pekas Denma Armada (1982)
    • Pemegang Kas Lanal Teluk Bayur Daeral I (1983)
    • DPB Kuwil-A Lantamal Tanjung Pinang Armabar (1985)
    • Pemegang Kas Wil Pulau Batam Kuwil-A Medan Diskual Mabesal (1986)
    • Kepala Subsi Bia Sigarbia Kuwil-A Lantamal Tpi Armabar (1987)
    • Kepala Subsi Subdisgarbia Diskual Mabesal (1988)
    • Diklapa TNI AD Jur Minku DPB Denma Mabesal (1990)
    • Kepala Sub Bagku Setdis Diskual Mabesal (1991)
    • Kasubsi Tabuk Siminggar Subdisgarbia Diskual Mabesal (1992)
    • Kepala Subsi Yar Pekas Kupus Diskual Mabesal (1993)
    • Dik Seskoal DPB Denma Mabesal (1994)
    • Pemegang Kas Dishidros Mabesal (1995)
    • Kasubdis Ada Dismat Kormar (1998)
    • Koordinator APLI Dispotmar Mabesal (2000)
    • Sahli Pang B Komsos Koarmabar (2002)
    • Komandan Lanal Benoa Koarmatim (2003)
    • Kepala Dinas Keuangan Makoarma Koarmatim (2004)
    • Kepala Seketariat Umum Angkatan Laut Mabesal (2005)
    • Sekdis Setdis Dispotmar Mabesal (2006)
    • Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (2007)
    • Komandan Lantamal III Jakarta Koarmabar (2010)
    • Kapuspen TNI (2010-sekarang)

  • Penghargaan

    • Bintang Jalasena Nararya
    • Satya Lencana Kesetiaan VIII, XVI, dan XXIV
    • Satya Lencana Dwidya Sistha
    • Satya Lencana Kebaktian Sosial

Geser ke atas Berita Selanjutnya