Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Profil

Petrokimia Gresik

Profil Petrokimia Gresik | Merdeka.com

PT Petrokimia Gresik (dulunya Proyek Petrokimia Surabaya) adalah perusahaan produsen pupuk di Indonesia yang didirikan pada tanggal 10 Juli 1972. Perusahaan ini merupakan perusahaan milik pemerintah dengan perannya sebagai produsen pupuk terlengkap di Indonesia yang memproduksi berbagai macam pupuk, seperti: Urea, ZA, SP-36, NPK Phonska, DAP, NPK Kebomas, ZK dan pupuk organik yaitu Petroganik. Selain itu, perusahaan juga memproduksi produk non pupuk seperti Asam Sulfat, Asam fosfat, Amoniak, Dry Ice, Aluminum Fluoride, Cement Retarder, dll. Berdirinya perusahaan ini adalah untuk mendukung program pemerintah dalam meningkatkan produksi pertanian nasional.
Pada awal berdirinya, kontrak pembangunan perusahaan ditandatangani pada tanggal 10 Agustus 1964 yang kemudian berlaku sejak anggal 8 Desember 1964. Sebagai perusahaan pemerintah, Presiden Soeharto-lah yang pada tanggal 10 Juli 1972 melakukan peresmian berdirinya perusahaan ini sebagai  PT Petrokimia Gresik. Pemerintah sebenarnya telah membangun PT Pupuk Sriwidjaja yang berlokasi di Palembang pada tahun 1959. Tonggak sejarah PT Petrokimia Gresik berasal sejak 1956 melalui Biro Perancang Negara (BPN) yang memulai 'Projek Petrokimia Surabaja' di Jawa Timur. Kemudian dipilihlah Gresik sebagai lokasi pabrik pupuk setelah adanya hasil studi kelayakan pada tahun 1962 oleh Badan Persiapan Proyek-Proyek Industri (BP3I) yang dikoordinir Departemen Perindustrian Dasar dan Pertambangan yang menilai Gresik sebagai daerah yang dinilai ideal karena tersedianya lahan kosong seluas 450 hektare, dekatnya lokasi dengan sumber air dari aliran Sungai Brantas dan Sungai Bengawan Solo, dekatnya lokasi pabrik dengan daerah konsumen pupuk terbesar, yaitu perkebunan dan petani tebu, dan lokasi pabrik juga berdekatan dengan Surabaya yang memiliki kelengkapan memadai, antara lain, tersedianya sumber daya manusia.
Sejarah ternyata membawa PT Petrokimia Gresik mengalami berbagai perubahan status, yaitu sebagai Perusahaan Umum (Perum) berdasarkan PP No. 55/1971, lalu berubah menjadi Persero berdasarkan PP No. 35/1974 jo PP No. 14/1975, dan sekarang sebagai anggota Holding PT Pupuk Indonesia (dahulu PT Pupuk Sriwidjaja) berdasarkan PP No. 28/1997.

Riset dan Analisa oleh Kustin Ayuwuragil D.

Profil

  • Nama Lengkap

    Petrokimia Gresik

  • Alias

    PT Petrokimia Gresik

  • Agama

  • Tempat Lahir

  • Tanggal Lahir

    0000-00-00

  • Zodiak

    -

  • Warga Negara

    Gresik, Indonesia

  • Biografi

    PT Petrokimia Gresik (dulunya Proyek Petrokimia Surabaya) adalah perusahaan produsen pupuk di Indonesia yang didirikan pada tanggal 10 Juli 1972. Perusahaan ini merupakan perusahaan milik pemerintah dengan perannya sebagai produsen pupuk terlengkap di Indonesia yang memproduksi berbagai macam pupuk, seperti: Urea, ZA, SP-36, NPK Phonska, DAP, NPK Kebomas, ZK dan pupuk organik yaitu Petroganik. Selain itu, perusahaan juga memproduksi produk non pupuk seperti Asam Sulfat, Asam fosfat, Amoniak, Dry Ice, Aluminum Fluoride, Cement Retarder, dll. Berdirinya perusahaan ini adalah untuk mendukung program pemerintah dalam meningkatkan produksi pertanian nasional.
    Pada awal berdirinya, kontrak pembangunan perusahaan ditandatangani pada tanggal 10 Agustus 1964 yang kemudian berlaku sejak anggal 8 Desember 1964. Sebagai perusahaan pemerintah, Presiden Soeharto-lah yang pada tanggal 10 Juli 1972 melakukan peresmian berdirinya perusahaan ini sebagai  PT Petrokimia Gresik. Pemerintah sebenarnya telah membangun PT Pupuk Sriwidjaja yang berlokasi di Palembang pada tahun 1959. Tonggak sejarah PT Petrokimia Gresik berasal sejak 1956 melalui Biro Perancang Negara (BPN) yang memulai 'Projek Petrokimia Surabaja' di Jawa Timur. Kemudian dipilihlah Gresik sebagai lokasi pabrik pupuk setelah adanya hasil studi kelayakan pada tahun 1962 oleh Badan Persiapan Proyek-Proyek Industri (BP3I) yang dikoordinir Departemen Perindustrian Dasar dan Pertambangan yang menilai Gresik sebagai daerah yang dinilai ideal karena tersedianya lahan kosong seluas 450 hektare, dekatnya lokasi dengan sumber air dari aliran Sungai Brantas dan Sungai Bengawan Solo, dekatnya lokasi pabrik dengan daerah konsumen pupuk terbesar, yaitu perkebunan dan petani tebu, dan lokasi pabrik juga berdekatan dengan Surabaya yang memiliki kelengkapan memadai, antara lain, tersedianya sumber daya manusia.
    Sejarah ternyata membawa PT Petrokimia Gresik mengalami berbagai perubahan status, yaitu sebagai Perusahaan Umum (Perum) berdasarkan PP No. 55/1971, lalu berubah menjadi Persero berdasarkan PP No. 35/1974 jo PP No. 14/1975, dan sekarang sebagai anggota Holding PT Pupuk Indonesia (dahulu PT Pupuk Sriwidjaja) berdasarkan PP No. 28/1997.

    Riset dan Analisa oleh Kustin Ayuwuragil D.

  • Pendidikan

  • Karir

  • Penghargaan

Geser ke atas Berita Selanjutnya