Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Profil

Rafendi Djamin

Profil Rafendi Djamin | Merdeka.com

Rafendi merupakan aktivis HAM dari Indonesia yang lahir pada tanggal 07 November 1957. Dia sempat menempuh pendidikan di Universitas Indonesia pada jurusan Sosiologi di fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik tetapi dia dikeluarkan dari Universitas Indonesia pada tahun 1981 karena dia mengadakan forum diskusi yang mengundang Pramoedya Ananta Toer. Kemudian dia mendapatkan beasiswa dari yayasan Pendukung Kekuatan Demokrasi (Stifting Democratische Kratchen) Belanda untuk sekolah di Belanda. menempuh pendidikan Master di Belanda tepatnya di Institut Ilmu social, spesialisasi studi pembangunan pada tahun 1984-1986.

Dia merupakan pendiri InFOHD yang merupakan forum untuk HAM Indonesia yang berbasis di Amsterdam, Belanda yang didirikan untuk memperkuat dan memfasilitasi pengembangan HAM di Indonesia. Dia dipercaya menjadi ketua InFOHD dari tahun 1992-2003.
Setelah dia kembali ke Indonesia pada tahun 2003. Dia juga mendirikan lembaga untuk mengkoordinasi dan mengimplementasikan advokasi aturan-aturan HAM Internasional di Indonesia. Lembaga itu bernama Human Right Working Group.

Kemampuan Rafendi yang berpembawaan luwes dalam lobi di tingkat Regional maupun Internasional membuat dia mudah untuk diterima di berbagai pihak. Hal inilah yang membuat Rafendi menjadi sosok yang diterima oleh ASEAN baik oleh LSM ataupun pemerintah. dia kemudian terpilih menjadi komisioner HAM dari Indonesia di AIHRC yang membuat Indonesia mempunyai nilai plus karena Rafendi tidak mempunyai latar belakang pegawai pemerintah melainkan murni dari masyarakat sipil.

Riset dan Analisa: Nur Laila

Profil

  • Nama Lengkap

    Rafendi Djamin

  • Alias

    No Alias

  • Agama

  • Tempat Lahir

    Padang, Sumatera Barat

  • Tanggal Lahir

    1957-11-07

  • Zodiak

    Scorpion

  • Warga Negara

    Indonesia

  • Biografi

    Rafendi merupakan aktivis HAM dari Indonesia yang lahir pada tanggal 07 November 1957. Dia sempat menempuh pendidikan di Universitas Indonesia pada jurusan Sosiologi di fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik tetapi dia dikeluarkan dari Universitas Indonesia pada tahun 1981 karena dia mengadakan forum diskusi yang mengundang Pramoedya Ananta Toer. Kemudian dia mendapatkan beasiswa dari yayasan Pendukung Kekuatan Demokrasi (Stifting Democratische Kratchen) Belanda untuk sekolah di Belanda. menempuh pendidikan Master di Belanda tepatnya di Institut Ilmu social, spesialisasi studi pembangunan pada tahun 1984-1986.

    Dia merupakan pendiri InFOHD yang merupakan forum untuk HAM Indonesia yang berbasis di Amsterdam, Belanda yang didirikan untuk memperkuat dan memfasilitasi pengembangan HAM di Indonesia. Dia dipercaya menjadi ketua InFOHD dari tahun 1992-2003.
    Setelah dia kembali ke Indonesia pada tahun 2003. Dia juga mendirikan lembaga untuk mengkoordinasi dan mengimplementasikan advokasi aturan-aturan HAM Internasional di Indonesia. Lembaga itu bernama Human Right Working Group.

    Kemampuan Rafendi yang berpembawaan luwes dalam lobi di tingkat Regional maupun Internasional membuat dia mudah untuk diterima di berbagai pihak. Hal inilah yang membuat Rafendi menjadi sosok yang diterima oleh ASEAN baik oleh LSM ataupun pemerintah. dia kemudian terpilih menjadi komisioner HAM dari Indonesia di AIHRC yang membuat Indonesia mempunyai nilai plus karena Rafendi tidak mempunyai latar belakang pegawai pemerintah melainkan murni dari masyarakat sipil.

    Riset dan Analisa: Nur Laila

  • Pendidikan

    • Jurusan Sosiologi fakultas Ilmu social dan Ilmu Politik di Universitas Indonesia ( DO 1981)
    • Master Degree di Institute of Social Studies, The Hague, Belanda ( 1984-1986)

  • Karir

    • Pendiri Indonesia’s Forum for Human Dignity (InFOHD ), Amsterdam, Belanda dan menjadi ketua pada tahun 1992-2003
    • Pendiri dan coordinator di Human Right Working Group pada tahun 2003- sekarang
    • Komisioner di komisi antar pemerintah ASEAN untuk HAM pada tahun 2009- sekarang

  • Penghargaan

Geser ke atas Berita Selanjutnya