Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Profil

Raja Haji Fisabilillah

Profil Raja Haji Fisabilillah | Merdeka.com

Raja Haji Fisabilillah adalah pahlawan nasional dari Kerajaan Melayu. Dia lahir di Riau tahun 1975. Dia kemudian mendapatkan julukan Dipertuan Muda Riau-Lingga-Johor-Pahang IV (YDM) Kerajaan Melayu Riau pada tahun 1777.

Raja Haji memerintah kerajaan Melayu, Riau. Di tangannya, Kerajaan Melayu berkembang cukup baik. Dia juga berjuang untuk melawan Belanda. pada tahun 1780, Kerajaan Melayu Riau telah mengadakan perjanjian damai dengan Belanda. Namun karena Belanda melanggar perjanjian tersebut, maka peperangan di antara keduanya pun tidak dapat dihindari. Raja Haji kemudian bekerja sama dengan Sultan Selangor untuk memerangi Belanda di Malaka. Untuk menghadapi pasukan gabungan tersebut, Belanda mendatangkan pasukannya dari Pulau jawa dalam jumlah yang besar.

Pada tahun 1784, terjadilah pertempuran hebat antara rakyat Malaka dengan Belanda. Raja Haji sendiri yang memimpin pasukannya di Teluk Ketapang ( Melaka).  Jenazahnya dipindahkan dari makam di Melaka (Malaysia) ke Pemakaman Raja-Raja Melayu Riau di Pulau Penyengat oleh Raja Ja'afar (putra mahkotanya pada saat memerintah sebagai Yang Dipertuan Muda).

Atas Jasa – jasanya membela Indonesia, Raja Haji diberi gelar sebagai Pahlawan Nasional berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI No 072/TK/1887. Namanya juga diabadikan sebagai nama bandar udara di Tanjung Pinang, Bandar Udara Internasional Raja Haji Fisabilillah.

Riset dan Analisa: Nur Laila

Profil

  • Nama Lengkap

    Raja Haji Fisabilillah

  • Alias

    No Alias

  • Agama

    Islam

  • Tempat Lahir

    Kota Lama, Ulusungai, Riau

  • Tanggal Lahir

    0000-00-00

  • Zodiak

    -

  • Warga Negara

    Indonesia

  • Biografi

    Raja Haji Fisabilillah adalah pahlawan nasional dari Kerajaan Melayu. Dia lahir di Riau tahun 1975. Dia kemudian mendapatkan julukan Dipertuan Muda Riau-Lingga-Johor-Pahang IV (YDM) Kerajaan Melayu Riau pada tahun 1777.

    Raja Haji memerintah kerajaan Melayu, Riau. Di tangannya, Kerajaan Melayu berkembang cukup baik. Dia juga berjuang untuk melawan Belanda. pada tahun 1780, Kerajaan Melayu Riau telah mengadakan perjanjian damai dengan Belanda. Namun karena Belanda melanggar perjanjian tersebut, maka peperangan di antara keduanya pun tidak dapat dihindari. Raja Haji kemudian bekerja sama dengan Sultan Selangor untuk memerangi Belanda di Malaka. Untuk menghadapi pasukan gabungan tersebut, Belanda mendatangkan pasukannya dari Pulau jawa dalam jumlah yang besar.

    Pada tahun 1784, terjadilah pertempuran hebat antara rakyat Malaka dengan Belanda. Raja Haji sendiri yang memimpin pasukannya di Teluk Ketapang ( Melaka).  Jenazahnya dipindahkan dari makam di Melaka (Malaysia) ke Pemakaman Raja-Raja Melayu Riau di Pulau Penyengat oleh Raja Ja'afar (putra mahkotanya pada saat memerintah sebagai Yang Dipertuan Muda).

    Atas Jasa – jasanya membela Indonesia, Raja Haji diberi gelar sebagai Pahlawan Nasional berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI No 072/TK/1887. Namanya juga diabadikan sebagai nama bandar udara di Tanjung Pinang, Bandar Udara Internasional Raja Haji Fisabilillah.

    Riset dan Analisa: Nur Laila

  • Pendidikan

  • Karir

  • Penghargaan

    • Pahlawan Nasional Indonesia

Geser ke atas Berita Selanjutnya