Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Profil

R.M. Sedyatmo

Profil R.M. Sedyatmo | Merdeka.com

Prof. Ir. R.M. Sedyatmo ialah seorang insinyur ternama indonesia, pernah sebelumnya nama Prof. Ir. R.M. Sedyatmo dengan nama R.M. Sarwanto di masa kecilnya, akan tetapi nama tersebut menjadikan sedyatmo sering sakit sakitan, maka dari itu di gantilah dengan nama Sedyatmo yang artinya sebagai anak yang kelak akan menadi anak yang baik dan berguna baik masyarakat, bangsa, dan negaranya.Sedyatmo merupakan putra Mangkunegaran yang besar dalam lingkungan aristodemokrasi, artinya keluarga aristokrat yang menganut paham demokrasi dalam kehidupan harian mereka. Dalam lingkungan seperti ini ia bertumbuh dan belajar untuk menciptakan peluang.
Menempuh pendidikan di Technische Hogescholl (THS) atau ITB dengan berbagai macam tentangan dan selisih pendapat dengan gurunya,menjadikan R.M. Sedyatmo mendapat julukan " Si Kancil " dan Selesai dari THS pada 1934.Sedyatmo bekerja sebagai insinyur perencanaan di berbagai instansi pemerintah dan terkenal sebagai penemu "Konstruksi Cakar Ayam" pada tahun 1962 dan merancang susunan landasan Bandara Soekarno Hatta.
Sedyatmo melepas semua kedudukan dan kekuasaan karena harus pensiun pada usia 55 tahun di tahun 1964, tetapi tidak berhenti sampai di situ, Sedyatmo tetap memperjuangkan temuan pondasi cakar ayamnya dan masih mengabdi di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik hingga tahun 1976. Sedyatmo berpandangan kehidupan sebagai peluang dari Tuhan,segala kemampuan yang dimiliki bersumber dari kuasa Tuhan. Manusia hanya sebagai pelaksana dari senjata yang di berikan Tuhan,senjata lima serangkai yang sudah diberikan Tuhan kepada manusia yaitu imajinasi, intelektual, intuisi, inspirasi, serta insting yang bekerja di luar kesadaran manusia dan satu hal yang sangat menonjol dari karakter Sedyatmo adalah kesabarannya dan kepasrahannya kepada kehendak Yang Kuasa.
Setelah 14 tahun menduda dengan 5 orang putrinya, Sedyatmo menikah dengan Hj. R. Ay. Sumarpeni. Profesor Sedyatmo meninggal dunia di usia 75 tahun pada 1984 dan dimakamkan di Karanganyar. Sepeninggalannya, Pemerintah Indonesia menganugerahkan Bintang Mahaputra Kelas I kepada Sedyatmo.
  
Riset dan analisa oleh Eko Setiawan     

Profil

  • Nama Lengkap

    Prof. Dr. (HC) Ir. R R.M. Sedyatmo

  • Alias

    No Alias

  • Agama

  • Tempat Lahir

    Karanganyar Jawa Tengah

  • Tanggal Lahir

    1909-10-24

  • Zodiak

    Scorpion

  • Warga Negara

    Indonesia

  • Istri

    Hj. R. Ay. Sumarpeni

  • Biografi

    Prof. Ir. R.M. Sedyatmo ialah seorang insinyur ternama indonesia, pernah sebelumnya nama Prof. Ir. R.M. Sedyatmo dengan nama R.M. Sarwanto di masa kecilnya, akan tetapi nama tersebut menjadikan sedyatmo sering sakit sakitan, maka dari itu di gantilah dengan nama Sedyatmo yang artinya sebagai anak yang kelak akan menadi anak yang baik dan berguna baik masyarakat, bangsa, dan negaranya.Sedyatmo merupakan putra Mangkunegaran yang besar dalam lingkungan aristodemokrasi, artinya keluarga aristokrat yang menganut paham demokrasi dalam kehidupan harian mereka. Dalam lingkungan seperti ini ia bertumbuh dan belajar untuk menciptakan peluang.
    Menempuh pendidikan di Technische Hogescholl (THS) atau ITB dengan berbagai macam tentangan dan selisih pendapat dengan gurunya,menjadikan R.M. Sedyatmo mendapat julukan " Si Kancil " dan Selesai dari THS pada 1934.Sedyatmo bekerja sebagai insinyur perencanaan di berbagai instansi pemerintah dan terkenal sebagai penemu "Konstruksi Cakar Ayam" pada tahun 1962 dan merancang susunan landasan Bandara Soekarno Hatta.
    Sedyatmo melepas semua kedudukan dan kekuasaan karena harus pensiun pada usia 55 tahun di tahun 1964, tetapi tidak berhenti sampai di situ, Sedyatmo tetap memperjuangkan temuan pondasi cakar ayamnya dan masih mengabdi di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik hingga tahun 1976. Sedyatmo berpandangan kehidupan sebagai peluang dari Tuhan,segala kemampuan yang dimiliki bersumber dari kuasa Tuhan. Manusia hanya sebagai pelaksana dari senjata yang di berikan Tuhan,senjata lima serangkai yang sudah diberikan Tuhan kepada manusia yaitu imajinasi, intelektual, intuisi, inspirasi, serta insting yang bekerja di luar kesadaran manusia dan satu hal yang sangat menonjol dari karakter Sedyatmo adalah kesabarannya dan kepasrahannya kepada kehendak Yang Kuasa.
    Setelah 14 tahun menduda dengan 5 orang putrinya, Sedyatmo menikah dengan Hj. R. Ay. Sumarpeni. Profesor Sedyatmo meninggal dunia di usia 75 tahun pada 1984 dan dimakamkan di Karanganyar. Sepeninggalannya, Pemerintah Indonesia menganugerahkan Bintang Mahaputra Kelas I kepada Sedyatmo.
      
    Riset dan analisa oleh Eko Setiawan     

  • Pendidikan

    S-1 ITB (1934)

  • Karir

    • Insinyur perencanaan diberbagai instansi pemerintah

  • Penghargaan

    • Bintang Mahaputra Kelas I
    • Chevalier de la Legion d'Honneur 

Geser ke atas Berita Selanjutnya