Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Profil

Teten Masduki

Profil Teten Masduki | Merdeka.com

Teten Masduki  dikenal sebagai seorang aktivis anti korupsi di Indonesia. Dia mempunyai latar belakang pendidikan Jurusan Matematika dan Ilmu Kimia, IKIP Bandung (1987) dan Kursus selama tiga bulan tentang kepemimpinan LSM di El Taller, Tunisa(1989).

Nama Teten mencuat ketika Indonesia Corruption Watch (ICW), yang dipimpinnya, membongkar kasus suap yang melibatkan Jaksa Agung (saat itu) Andi M. Ghalib pada masa pemerintahan B.J. Habibie. Inilah pertama kalinya dalam sejarah sebuah lembaga seperti ICW bisa memaksa seorang pejabat tinggi negara turun dari jabatannya.

Sebagai aktivis yang kerap berhadapan orang-orang yang diduga terlibat kasus korupsi, tak jarang Teten mendapat tekanan. Bahkan, pernah diancam akan diburu sampai ke liang kubur sekalipun. Ketika berhadapan dengan Andi M. Ghalib, dia mendapat tuduhan mencemarkan nama baik.

Ada pula pengusaha, yang datanya masuk dalam daftar ICW, menawarkan fasilitas kendaraan dan lain-lain, asalkan datanya tidak diumumkan. Tentu saja ICW menolak. Berkat kegigihannya mengungkap kasus tersebut, Teten dianugerahi Suardi Tasrif Award 1999.

Selain itu Koordinator Indonesia Corruption Watch ini mendapat penghargaan Ramon Magsaysay 2005 dari Yayasan Magsaysay, Filipina, atas perjuangannya dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Penyerahan penghargaan dilakukan di Manila 29 Agustus 2005.

Terlahir dari keluarga petani, masa kecil pria kelahiran 6 Mei 1963 ini dihabiskan di Kecamatan Limbangan, Garut, Jawa Barat. Tidak pernah terbayang dia akan menjadi aktivis antikorupsi, bahkan jenis profesi ini tak dikenalnya. Meski kurang memperhatikan pendidikan anak-anaknya, Masduki, ayah Teten, berpesan agar dia jangan sampai jadi pegawai negeri atau tentara. Teten sendiri ingin menjadi insinyur pertanian.

Tapi setamat dari SMA, dia kuliah di IKIP Bandung, mengambil jurusan kimia. Kesadaran terhadap masalah-masalah sosial sudah tumbuh sejak SMA. Saat kuliah Teten sering ikut kelompok diskusi, mempelajari teori-teori dari yang kiri sampai yang kanan. Sekitar 1985, Teten ikut aksi demontrasi membela petani di Garut, yang tanahnya dirampas. Mulai saat itu dia terjun di dunia aktivis dan setelah lulus direkrut LSM informasi dan studi hak asasi manusia.

Kini Teten adalah salah satu Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Periode 2013-2017. Dia mendampingi Rieke Diah Pitaloka pada pemilihan daerah Jawa Barat yang akan berlangsung pada bulan Februari 2013.

Riset dan analisis oleh Vizcardine Audinovic

Profil

  • Nama Lengkap

    Teten Masduki

  • Alias

    No Alias

  • Agama

  • Tempat Lahir

    Garut

  • Tanggal Lahir

    1963-05-06

  • Zodiak

    Taurus

  • Warga Negara

    Indonesia

  • Biografi

    Teten Masduki  dikenal sebagai seorang aktivis anti korupsi di Indonesia. Dia mempunyai latar belakang pendidikan Jurusan Matematika dan Ilmu Kimia, IKIP Bandung (1987) dan Kursus selama tiga bulan tentang kepemimpinan LSM di El Taller, Tunisa(1989).

    Nama Teten mencuat ketika Indonesia Corruption Watch (ICW), yang dipimpinnya, membongkar kasus suap yang melibatkan Jaksa Agung (saat itu) Andi M. Ghalib pada masa pemerintahan B.J. Habibie. Inilah pertama kalinya dalam sejarah sebuah lembaga seperti ICW bisa memaksa seorang pejabat tinggi negara turun dari jabatannya.

    Sebagai aktivis yang kerap berhadapan orang-orang yang diduga terlibat kasus korupsi, tak jarang Teten mendapat tekanan. Bahkan, pernah diancam akan diburu sampai ke liang kubur sekalipun. Ketika berhadapan dengan Andi M. Ghalib, dia mendapat tuduhan mencemarkan nama baik.

    Ada pula pengusaha, yang datanya masuk dalam daftar ICW, menawarkan fasilitas kendaraan dan lain-lain, asalkan datanya tidak diumumkan. Tentu saja ICW menolak. Berkat kegigihannya mengungkap kasus tersebut, Teten dianugerahi Suardi Tasrif Award 1999.

    Selain itu Koordinator Indonesia Corruption Watch ini mendapat penghargaan Ramon Magsaysay 2005 dari Yayasan Magsaysay, Filipina, atas perjuangannya dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Penyerahan penghargaan dilakukan di Manila 29 Agustus 2005.

    Terlahir dari keluarga petani, masa kecil pria kelahiran 6 Mei 1963 ini dihabiskan di Kecamatan Limbangan, Garut, Jawa Barat. Tidak pernah terbayang dia akan menjadi aktivis antikorupsi, bahkan jenis profesi ini tak dikenalnya. Meski kurang memperhatikan pendidikan anak-anaknya, Masduki, ayah Teten, berpesan agar dia jangan sampai jadi pegawai negeri atau tentara. Teten sendiri ingin menjadi insinyur pertanian.

    Tapi setamat dari SMA, dia kuliah di IKIP Bandung, mengambil jurusan kimia. Kesadaran terhadap masalah-masalah sosial sudah tumbuh sejak SMA. Saat kuliah Teten sering ikut kelompok diskusi, mempelajari teori-teori dari yang kiri sampai yang kanan. Sekitar 1985, Teten ikut aksi demontrasi membela petani di Garut, yang tanahnya dirampas. Mulai saat itu dia terjun di dunia aktivis dan setelah lulus direkrut LSM informasi dan studi hak asasi manusia.

    Kini Teten adalah salah satu Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Periode 2013-2017. Dia mendampingi Rieke Diah Pitaloka pada pemilihan daerah Jawa Barat yang akan berlangsung pada bulan Februari 2013.

    Riset dan analisis oleh Vizcardine Audinovic

  • Pendidikan

    • Jurusan Matematika dan Ilmu Kimia, IKIP Bandung (1987)
    • Kursus selama tiga bulan tentang kepemimpinan LSM di El Taller, Tunisa(1989)

  • Karir

    • Staf peneliti pada Institut Studi dan Informasi Hak Asasi Manusia (1978-1989)
    • Kepala Litbang Serikat Buruh Merdeka Setiakawan (1989-1990)
    • Kepala Divisi Perburuhan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI; 1990-2000)
    • Koordinator Forum Solidaritas Buruh (1992-1993)
    • Koordinator Konsorsium Pembaruan Hukum Perburuhan (1996-1998)
    • Ketua Badan Pekerja Indonesia Corruption Watch (1998-2008)
    • Anggota Ombudsman Nasional (2000 – sekarang)
    • Sekretaris Jenderal Transparency International chapter Indonesia (2009-sekarang)

  • Penghargaan

    • Suardi Tasrif Award 1999
    • Alumni Berprestasi IKIP Bandung 2000
    • Penghargaan Ramon Magsaysay, 2005

Geser ke atas Berita Selanjutnya