PROFIL BERDASARKAN ABJAD
INDONESIA
Antasari Azhar

Foto:

Antasari Azhar


Nama Lengkap : Antasari Azhar

Alias : No Alias

Profesi : Tokoh Hukum

Agama : Islam

Tempat Lahir : Pangkal pinang

Tanggal Lahir : Rabu, 18 Maret 1953

Zodiac : Pisces


Istri : Ida Laksmiwati
BIOGRAFI

Antasari Azhar adalah mantan ketua KPK. Dia lahir di Pangkal Pinang, 18 Maret 1953. Usai menyelesaikan pendidikan Sekolah Dasar di SD Negeri 1 Belitung, dia hijrah ke Jakarta.

Enam tahun putra keempat dari 15 bersaudara pasangan H Azhar Hamid SH dan Hj Asnani ini mengenyam pendidikan SMP dan SMA di ibukota.Namun akhirnya anak dari kepala kantor pajak Bangka Belitung itu kembali ke Palembang untuk meneruskan studi di Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya.

Kecintaan Antasari di bidang hukum bagaikan hobi untuknya. Sejak usia muda, ia memang suka berorganisasi. Bahkan dengan ketekunan, ia sempat terpilih sebagai Ketua Senat Fakultas Hukum dan Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa tempatnya meraih gelar Sarjana Hukum.

Lulus kuliah, Antasari langsung memilih untuk bergabung dengan Badan Pembinaan Hukum Nasional di Departemen Kehakiman selama 4 tahun (1981-1985). Kemudian, ia terjun ke kejaksaan dan mulai fokus di sana selama lebih dari 20 tahun. 

Karirnya kian menanjak. Setelah diterima menjadi jaksa fungsional di Kejari Jakarta Pusat selama 1985-1989, Antasari kembali ke Sumatera. Antasari menjadi jaksa fungsional mulai 1989-1992 di Kejari Tanjung Pinang, dilanjutkan Kasi Penyidikan Korupsi Kejaksaan Tinggi Lampung (1992-1994). Selanjutnya Antasari kembali ke Jakarta dan menjadi Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Jakarta Barat (1994-1996), hingga menjadi Kepala Kejaksaan Negeri Baturaja (1997-1999). 

Tahun demi tahun dilewatinya dengan pengadilan pada kejaksaan. Mulai 1999, ia pindah ke Kejaksaan Agung, menjabat sebagai Kasubdit Penyidikan Pidana Khusus Kejaksaan Agung selama satu tahun, yang membawanya naik menjadi Kepala Bidang Hubungan Media Massa di tahun 2000.

Banyak hal yang diterima Antasari Azhar dalam pengabdiannya di kejaksaan. Selain mengikuti berbagai pelatihan dan pendidikan seperti SPAMEN, SPAMA, dan SPATI, serta pelatihan spesialisasi semacam subversi, korupsi, dan lingkungan hidup, pria berkumis ini juga sempat mencicipi pelatihan di luar negeri di antaranya di Commercial Law di New South Wales University Sidney pada 1996 dan Investigation For Environment Law, EPA, Melbourne pada 2000. Di tahun itu juga bapak dua anak ini meraih gelar magister hukumnya di STIH IBLAM. Atas kemampuannya yang di atas rata-rata, Antasari lalu diangkat sebagai Direktur Penuntutan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung.

Namun pada awalnya, nama Antasari Azhar justru dikenal publik bukan dari prestasinya. Ketika menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan (2000-2007), ia dianggap menjadi penyebab kaburnya Tommy Soeharto dalam agenda eksekusi setelah putusan MA turun. Antasari dinilai sengaja mengulur waktu saat kejadian itu.

Lepas dari masalah itu, kiprahnya di bidang hukum makin menguat. Lewat voting yang diadakan Komisi III DPR, Antasari didapuk menjadi Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi periode 2007-2011 pada 5 Desember 2007. Sayangnya, kepercayaan itu tidak lama dipegangnya. Antasari terganjal kasus pidana atas pembunuhan terhadap direktur PT Rajawali Putra Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen. Antasari membantah tuduhan tersebut, termasuk motif perselingkuhan yang mengaitkan namanya pada seorang caddy cantik.

Hingga akhirnya, pada 11 Oktober 2009, suami Ida Laksmiwati yang sudah dikaruniai dua orang anak ini diberhentikan dari posisinya sebagai ketua dan anggota KPK sesuai dengan Keputusan Presiden No.78/P Tahun 2009. Lima bulan kemudian, tepatnya 11 Februari 2010, Antasari divonis hukuman 18 tahun penjara karena terbukti bersalah turut serta melakukan pembujukan untuk membunuh Nasrudin Zulkarnaen. 

Riset dan Analisa: Yunita Rachmawati

PENDIDIKAN
  • S1, Jurusan Tata Negara, Fakultas Hukum, Universitas Sriwijawa, 1977-1981
  • SMA, Jakarta, 1974-1977
  • SMP, Jakarta, 1971-1974
  • SD, Negeri 1 Belitung, 1965-1971
KARIR
  • Ketua Senat Fakultas Hukum, Universitas Sriwijaya
  • Badan Pembinaan Hukum Nasional, Departemen Kehakiman, 1981-1985
  • Jaksa Fungsional Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, 1985-1989
  • Jaksa Fungsional Kejaksaan Negeri Tanjung Pinang, 1989-1992
  • - Kasi Penyidikan Korupsi Kejaksaan Tinggi Lampung, 1992-1994
  • Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Jakarta Barat,1994-1996 
  • Kepala Kejaksaan Negeri Baturaja, 1997-1999
  • Kasubdit Penyidikan Pidana Khusus Kejaksaan Agung, 1999-2000
  • Kepala Bidang Hubungan Media Massa Kejaksaan Agung, 2000
  • Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, 2000-2007
  • Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi periode 2007-2011 (non aktif 2009)
SOCIAL MEDIA
No Sosmed

Kirim ke teman
  • Kirim copy ke email saya

    • Kirim ke



ARSIP BERITA
  • Minggu, 21 Mei 2017 07:15:00 Perjuangan Antasari mentok lagi di polisi

    Perjuangan Antasari Azhar mencari keadilan kembali menemui jalan buntu. Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri menyatakan laporan mantan ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu tak bisa naik ke penyidikan karena tidak ada bukti baru.

  • Minggu, 21 Mei 2017 07:15:00 Perjuangan Antasari mentok lagi di polisi

    Perjuangan Antasari Azhar mencari keadilan kembali menemui jalan buntu. Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri menyatakan laporan mantan ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu tak bisa naik ke penyidikan karena tidak ada bukti baru.

  • Sabtu, 20 Mei 2017 14:13:42 Demokrat minta Antasari legowo laporannya tak dilanjutkan kepolisian

    Demokrat minta Antasari legowo laporannya tak dilanjutkan kepolisian. Penyidik Bareskrim sebelumnya tak melanjutkan penyelidikan laporan Antasari mengenai dugaan kriminalisasi dialaminya selama menjabat ketua KPK karena tak ada bukti baru.

  • Jumat, 19 Mei 2017 11:42:35 Pihak Antasari kecewa, kasus tak dilanjutkan sebelum ahli diperiksa

    Kuasa hukum Antasari, Boyamin Saiman mengaku masih menunggu pemberitahuan resmi dari pihak kepolisian. Setelah itu pihaknya akan menentukan langkah selanjutnya mengajukan gugatan perdata atau praperadilan.

  • Jumat, 19 Mei 2017 11:01:52 Laporan tak bisa naik penyidikan, Antasari didesak minta maaf ke SBY

    Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan meminta kepada mantan Ketua KPK Antasari Azhar meminta maaf kepada Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono. Hal ini menyusul langkah kepolisian yang menyatakan tidak bisa melanjutkan laporan kriminalisasi karena tidak adanya bukti baru.

  • Jumat, 19 Mei 2017 11:42:35 Pihak Antasari kecewa, kasus tak dilanjutkan sebelum ahli diperiksa

    Kuasa hukum Antasari, Boyamin Saiman mengaku masih menunggu pemberitahuan resmi dari pihak kepolisian. Setelah itu pihaknya akan menentukan langkah selanjutnya mengajukan gugatan perdata atau praperadilan.

  • Senin, 20 Maret 2017 13:01:20 SMS gelap Antasari, Polda Metro 'masak sudah diputus lapor kembali'

    SMS gelap Antasari, Polda Metro 'masak sudah diputus lapor kembali' Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, menjelaskan, minimnya bukti yang diserahkan Antasari menjadi kendala tersendiri bagi kepolisian. "Kita cuma mendapatkan fotokopi itu saja barang bukti yang dia sampaikan."

  • Senin, 6 Maret 2017 16:02:57 Polri masih dalami laporan Antasari Azhar

    Menurut Rikwanto, penyidik masih mencari poin-poin adanya unsur tindak pidana dalam laporan Antasari tersebut. Khususnya terkait fakta-fakta baru yang belum pernah diungkap dalam persidangan.

  • Kamis, 2 Maret 2017 16:56:44 Polri sebut Antasari Azhar diperiksa soal laporan sangkaan palsu

    Polri sebut Antasari Azhar diperiksa soal laporan sangkaan palsu. Kehadiran Antasari dalam rangka menjalani pemeriksaan terkait laporan dirinya soal sangkaan palsu kasus pembunuhan bos PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen yang menyeret namanya.

  • Senin, 27 Februari 2017 17:24:14 Antasari mengaku lelah usai diperiksa enam jam

    Antasari mengaku lelah usai diperiksa enam jam. Salah satu pengawal pun tampak berusaha menghindari wartawan untuk tak mendekati Antasari. Sambil menunggu mobil Pajero berpelat B 1707 CJC, Antasari berusaha membuang muka.