PROFIL BERDASARKAN ABJAD
INDONESIA
Bambang Soesatyo

Foto:

Bambang Soesatyo


Nama Lengkap : Bambang Soesatyo

Alias : Soesatyo

Profesi : Politisi

Agama : Islam

Tempat Lahir : Jakarta

Tanggal Lahir : Senin, 10 September 1962

Zodiac : Virgo


Istri : Lenny Sri Mulyani
Anak : Raditya Soesatyo
BIOGRAFI

Nama anggota Komisi III DPR dari Fraksi Golkar, H. Bambang Soesatyo SE, MBA, mulai mencuat seiring dengan bergulirnya kasus Century. Dengan ruang lingkup pekerjaan Komisi III yang mencakup hukum, HAM dan keamanan dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai salah satu pasangan kerja Komisi III, tidaklah mengherankan ketika Bambang Soesatyo menjadi vokal ketika menjadi anggota Panitia Khusus (Pansus) Kasus Bank Century.

Dalam setiap pernyataan-pernyataan yang beliau keluarkan ke media massa, terlihat bahwa suami Lenny Sri Mulyani ini memiliki komitmen yang kuat dalam memberantas korupsi. Hal ini semakin diperkuat ketika beliau melaporkan ke KPK mengenai pemberian gratifikasi atas pernikahan putranya, Raditya Soesatyo, 29 Januari 2012 yang lalu.

Gratifikasi sebesar total Rp 400 juta itu diberikan oleh para petinggi, pejabat negara dan pengusaha berupa uang tunai dalam bentuk rupiah dan mata uang asing. Para petinggi dan pejabat negara di antaranya adalah Kepala Polri Timur Pradopo, Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi dan para pengusaha di antaranya adalah Hary Tanoesoedibyo.

Di tengah maraknya perdebatan mengenai gedung baru KPK, sebagai anggota Komisi yang dituduh KPK menghambat karena anggaran yang sudah disetujui pemerintah tak juga diloloskan Komisi III, penulis buku Skandal Gila Bank Century ini secara pribadi berpendapat bahwa penggalangan dana gedung baru KPK merupakan ide yang bagus. Terlebih bila negara tidak mampu mengadakan gedung baru tersebut. Politisi muda yang kerap tampil perlente bahkan hendak mendorong keluarga dan teman-temannya untuk menyumbang. Walaupun sebagai politikus beliau bersikeras bahwa pejabat yang berkeinginan untuk menyumbang harus dipertanyakan kemurniannya karena hal tersebut dicurigai ada upaya terselubung.

Namun komitmen anti korupsi Bambang baru-baru ini dipertanyakan oleh Indonesia Corruption Watch (ICW) ketika penerima penghargaan PWI News Maker tahun 2010 ini mengajak narapidana korupsi menggugat Kementrian Hukum dan HAM terkait kebijakan moratorium pengetatan remisi. ICW menilai sebagai anggota Komisi III, Bambang harusnya membangun semangat melawan korupsi, bukan malah sebaliknya. Kesimpulan ini diperoleh ICW setelah sebelumnya Bambang mengatakan bahwa Menteri Hukum dan HAM, Amir Syamsuddin dan Wakil Menteri, Denny Indrayana, dapat dituntut dengan pasal perampasan kemerdekaan para narapidana terkait kebijakan pengetatan remisi, kebijakan yang dibatalkan Pengadilan Tata Usaha Negara.

Nama Bambang pun sempat diberitakan tidak sedap di penghujung tahun 2011 ketika beliau menjadi sorotan masyarakat terkait laporan harta kekayaan penyelenggara negara yang diterima oleh KPK.  Total harta Bambang yang dilaporkan ke KPK mencapai Rp 24,1 miliar dan 20.095 dollar AS dengan nilai mobil mewah senilai total Rp 10,4 milyar. Nilai tersebut merupakan gabungan harga 15 kendaraan yang dimiliki Bambang, termasuk di antaranya Bentley, Hummer, Land Rover, Mercedez Benz, Alphard dan motor Harley Davidson.

Namun Wakil Ketua Bidang Dana Federasi Olahraga Boxing Indonesia tahun 2003 – 2008 ini membantah berita yang mengatakan bahwa beliau baru mendapatkan mobil-mobil mewah tersebut setelah menjadi anggota DPR.

Beliau juga menegaskan bahwa baginya kendaraan hanyalah alat saja karena bagi dirinya perjuangan seseorang tidak terpengaruh atau berimplikasi pada penampilannya. Terbukti dengan tidak sabarnya beliau untuk segera memiliki Esemka, mobil hasil karya warga Solo.

Bambang Soesatyo terpilih menjadi anggota DPR dari fraksi Golkar dari daerah pemilihan Jawa Tengah VII (Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen) pada pemilu 2009. Sekarang ini beliau menjabat sebagai wakil bendahara umum Partai Golkar.

Riset Dan Analisa Oleh Ratri Adityarani

PENDIDIKAN
  • Program MBA, IM Newport Indonesia
  • Lemhanas KSA XIII
KARIR
  • Wartawan Harian Umum PRIORITAS – 1985
  • Sekretaris Redaktur Majalah VISTA – 1987    
  • Pemimpin Redaksi Majalah INFO BISNIS – 1991
  • Komisaris PT Suara Irama Indah – 1999
  • Pemimpin Redaksi Harian Umum Suara Karya – 2004
  • Direktur PT. Suara Rakyat Membangun (Suara Karya) – 2004
  • Direktur Independen PT SIMA, Tbk – 2006
  • Direktur Kodeco Timber – 2007
  • Anggota DPR dari fraksi Golkar
PENGHARGAAN
  • Adhi Karya Award, 1995
  • Top Eksekutif Indonesia, 1996
  • PWI News Maker Award, 2010
SOCIAL MEDIA
bambangsoesatyo dot com

Kirim ke teman
  • Kirim copy ke email saya

    • Kirim ke



ARSIP BERITA
  • Selasa, 20 Juni 2017 11:27:00 Bamsoet: Masa DPR harus minta bantuan Kopassus panggil Miryam

    Bambang Soesatyo, kecewa dengan pernyataan Kapolri Jendral Polisi Tito Karnavian menolak keinginan Pansus untuk menjemput paksa Miryam S Haryani, apabila mangkir tiga kali dari panggilan Pansus angket KPK. Menurutnya, merujuk pada UU MD3 telah jelas diatur masalah pemanggilan paksa merupakan tugas dari Polri.

  • Rabu, 7 Juni 2017 12:05:38 Rapat perdana, Pansus angket KPK pilih ketua dan 3 wakil ketua

    Rapat perdana, Pansus angket KPK pilih ketua dan 3 wakil ketua. Tugas pertama para pimpinan hak angket ini yakni rapat internal untuk menentukan langkah yang bakal diambil selanjutnya oleh Pansus hak angket. Termasuk menghitung anggaran yang diperlukan selama kerja 60 hari sebagaimana yang tertuang dalam UU.

  • Selasa, 30 Mei 2017 17:43:19 Pimpinan DPR setuju TNI dilibatkan berantas teroris

    Pimpinan DPR setuju TNI dilibatkan berantas teroris. Taufik menjelaskan, selama ini birokrasi terlalu lama dalam memproses agar TNI menjadi unit pendukung untuk pemberantasan dan pencegahan tindak pidana terorisme sehingga perlu payung hukum tegas.

  • Selasa, 16 Mei 2017 15:08:34 Setya Novanto ogah ikut campur soal hak angket KPK

    Setya Novanto ogah ikut campur soal hak angket KPK. Begitu juga dengan pro kontra penggunaan hak angket KPK, Novanto menolak bicara. Soal sikap Golkar, Ketua Umum Partai Golkar ini menyerahkan sepenuhnya kepada Ketua Fraksi Golkar di DPR Robert J Kardinal.

  • Selasa, 16 Mei 2017 15:08:34 Setya Novanto ogah ikut campur soal hak angket KPK

    Setya Novanto ogah ikut campur soal hak angket KPK. Begitu juga dengan pro kontra penggunaan hak angket KPK, Novanto menolak bicara. Soal sikap Golkar, Ketua Umum Partai Golkar ini menyerahkan sepenuhnya kepada Ketua Fraksi Golkar di DPR Robert J Kardinal.

  • Jumat, 5 Mei 2017 16:59:43 Ketua Komisi III santai hak angket KPK lanjut atau berhenti

    Ketua Komisi III santai hak angket KPK lanjut atau berhenti. Bambang mengaku tak masalah jika angket batal dilakukan karena banyak partai menolak. Namun, dia menegaskan tujuan angket sangat positif demi perbaikan lembaga KPK.

  • Selasa, 2 Mei 2017 10:08:46 Miryam ditangkap, DPR buka peluang batalkan angket KPK buka BAP

    Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo mengapresiasi Kepolisian yang berhasil menangkap tersangka pemberi keterangan palsu dalam kasus e-KTP, Miryam S Haryani. Usai ditangkap dan diserahkan ke KPK, Bambang berharap KPK dapat mengorek informasi tentang adanya sejumlah anggota DPR yang menekan Miryam di kasus e-KTP.

  • Selasa, 4 April 2017 18:02:07 Tak laporkan Novel, Bamsoet pikir-pikir polisikan Miryam S Haryani

    "Bukan (melaporkan) Novel, Miryam aja. Karena Novel itu kan hanya mengutip kata-kata Miryam, jadi saya sedang pertimbangkan melaporkan Miryam yang ngomongnya ngawur itu," kata Bamsoet.

  • Jumat, 31 Maret 2017 08:25:00 Ramai-ramai anggota DPR bantah ancam Miryam untuk cabut BAP e-KTP

    Nama Miryam S Haryani menjadi pusat perhatian di pusaran kasus ini setelah dia mencabut seluruh keterangannya yang tertuang dalam Berita Acara Pemberitaan (BAP) saat persidangan ketiga beberapa waktu lalu. Miryam mengaku dirinya tertekan saat memberikan keterangan di penyidikan.

  • Kamis, 30 Maret 2017 12:17:46 Bantah pengakuan penyidik KPK, Miryam ngaku tak ditekan Bamsoet dkk

    Bantah pengakuan penyidik KPK, Miryam ngaku tak ditekan Bamsoet dkk. "Disodorkan print yang isinya orang-orang Golkar semua. Saya bilag ini enggak seperti yang bapak tanya. Ini salah. Disodorkan di saya isinya Golkar semua. Saya bilang ini salah," kata Miryam.