Joko Widodo

Joko Widodo

ARSIP BERITA
  • Setya Novanto didesak mundur dari Ketua DPR? Ini kata Jokowi. Setelah Ketua DPR Setya Novanto (Setnov) kembali menyandang status tersangka dalam kasus korupsi e-KTP, dorongan pergantian pucuk pimpinan DPR bermunculan. Sejumlah pihak melihat, Setnov tidak bisa menjalankan tugasnya lagi sebagai mana mestinya.

  • Presiden Jokowi mengatakan, partai pimpinan Surya Paloh jalannya cepat sekali. Dia mencontohkan saat NasDem tiba-tiba sudah menentukan calon kepala daerah yang bakal didukung. Padahal partai lain belum memiliki pilihan. Menurut Jokowi, kecepatan dalam mengambil keputusan terkadang memang dibutuhkan.

  • Alasan Presiden Jokowi gencar bangun infrastruktur. Menurut Jokowi, Indonesia akan kalah bersaing dengan negara lain jika infrastruktur tak dibangun dengan cepat. Terlebih, Indonesia terdiri atas ribuan pulau sehingga infrastruktur perlu terkoneksi dengan baik.

  • Tanggapi Jokowi, kuasa hukum klaim Novanto patuh UU dan tak takut KPK. Frederich menolak jika Ketua Umum Partai Golkar itu disebut berlidung dalam Undang-Undang. Dia juga mengatakan bahwa klien sama sekali tidak takut dengan KPK.

  • Kamis, 16 November 2017 02:20:00 Ini alasan NasDem dukung Jokowi di Pilpres 2019

    NasDem mendeklarasikan dukungan ke Jokowi dalam acara HUT ke-6.

  • Hasto justru mengucapkan terima kasih kepada partai-partai yang sudah memberikan dukungan ke Jokowi.

  • Mangkir pemeriksaan KPK, Setya Novanto pidato di pembukaan sidang DPR. Di awal rapat, sejumlah anggota DPR memberikan interupsi. Setelah mendengarkan interupsi, Agus mempersilakan Setnov untuk membacakan pidato pembukaan yang menguraikan kegiatan DPR pada masa persidangan II tahun 2017-2018.

  • Dorongan agar Ketua umum PKB, Muhaimin Iskandar bertarung di Pemilihan Presiden 2019 kembali muncul. Kali ini dari ormas Guyub Rukun Nusantara (GRN). Mereka mendorong pria yang akrab disapa Cak Imin untuk mendampingi Joko Widodo di Pilpres 2019.

  • Dorongan agar Ketua umum PKB, Muhaimin Iskandar bertarung di Pemilihan Presiden 2019 kembali muncul. Kali ini dari ormas Guyub Rukun Nusantara (GRN). Mereka mendorong pria yang akrab disapa Cak Imin untuk mendampingi Joko Widodo di Pilpres 2019.

  • Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, mendatangkan lokomotif kereta api (KA) uap kuno buatan Jerman tahun 1951-1955 dari Museum Transportasi Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Lokomotif dengan panjang 14.135 mm dan lebar 2.642 mm tersebut tiba di Stasiun Solo Balapan sejak 17 November tahun lalu.