Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Profil

La Maddukelleng

Profil La Maddukelleng | Merdeka.com

La Maddukkelleng lahir di Wajo, Sulawesi Selatan. Ia dikenal sebagai seorang ksatria, mantan perampok atau bajak laut dari Wajo, Sulawesi Selatan.

La Maddukkelleng adalah putera dari Arung (Raja) Peneki La Mataesdso To Ma’dettia dan We Tenriangka Arung (Raja) Singkang, saudara Arung Matowa Wajo La Salewangeng To Tenrirua (1713-1737). Karena itulah La Maddukkelleng sering disebut Arung Singkang dan Arung Peneki. Pada masa kecilnya hidup di lingkungan istana.

Selama ia memimpin pemerintahan Wajo, ia membangun armada untuk membebaskan Wajo dan Sulawesi Selatan pada umumnya, dari kekuasaan penjajah kolonial Belanda. Untuk mencapai tujuannya ia terlebih dahulu menduduki daerah-daerah yang mengadakan hubungan dagang dengan Belanda. Dengan demikian perdagangan Belanda dapat dilumpuhkan.

Ia punya gelar kehormatan dari Suku Wajo sendiri, Petta Pammadekaenggi yang artinya Tuan Yang Memerdekakan Wajo. Ia juga mendapatkan gelar Pahlawan Nasional dari negeri ini berdasarkan SK Presiden RI No. 109/TK/Thn 1998 pada tanggal 6 November 1998. Ia kemudian tutup usia pada tahun 1765.

Riset dan analisa oleh Dewi Ratnanigtyas

Profil

  • Nama Lengkap

    La Maddukelleng

  • Alias

    Petta Pammadekaenggi

  • Agama

  • Tempat Lahir

    Wajo, Sulawesi Selatan

  • Tanggal Lahir

    1700-01-01

  • Zodiak

    Capricorn

  • Warga Negara

  • Biografi

    La Maddukkelleng lahir di Wajo, Sulawesi Selatan. Ia dikenal sebagai seorang ksatria, mantan perampok atau bajak laut dari Wajo, Sulawesi Selatan.

    La Maddukkelleng adalah putera dari Arung (Raja) Peneki La Mataesdso To Ma’dettia dan We Tenriangka Arung (Raja) Singkang, saudara Arung Matowa Wajo La Salewangeng To Tenrirua (1713-1737). Karena itulah La Maddukkelleng sering disebut Arung Singkang dan Arung Peneki. Pada masa kecilnya hidup di lingkungan istana.

    Selama ia memimpin pemerintahan Wajo, ia membangun armada untuk membebaskan Wajo dan Sulawesi Selatan pada umumnya, dari kekuasaan penjajah kolonial Belanda. Untuk mencapai tujuannya ia terlebih dahulu menduduki daerah-daerah yang mengadakan hubungan dagang dengan Belanda. Dengan demikian perdagangan Belanda dapat dilumpuhkan.

    Ia punya gelar kehormatan dari Suku Wajo sendiri, Petta Pammadekaenggi yang artinya Tuan Yang Memerdekakan Wajo. Ia juga mendapatkan gelar Pahlawan Nasional dari negeri ini berdasarkan SK Presiden RI No. 109/TK/Thn 1998 pada tanggal 6 November 1998. Ia kemudian tutup usia pada tahun 1765.

    Riset dan analisa oleh Dewi Ratnanigtyas

  • Pendidikan

  • Karir

     Arung Matoa Wajo

  • Penghargaan

Geser ke atas Berita Selanjutnya