Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Profil

Mahmud Ghaznawie

Profil Mahmud Ghaznawie | Merdeka.com

Mahmud Ghaznawie adalah pembantu Dekan IV Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Makassar. Dia merupakan pencetus MedicaLinux di Indonesia. Ayah dua anak ini sudah bergelut dengan komputer sejak FK Universitas Hasanuddin (Unhas) menerima bantuan dua unit komputer Radio Shack TRS-DOS dari Belanda pada tahun 1984. Pada tahun 1985, ia melanjutkan studinya di The University of Western, Australia.

Saat bertugas di Laboratorium Patologi Unhas pada 2000, Mahmud merintis pembuatan Local Area Network (LAN) di laboratorium itu. Tahun 2002, dia membangun LAN pimpinan Dekanat FK Unhas. Pelan tetapi pasti, jaringan LAN FK Unhas berkembang menjadi Wide Area Network (WAN), jaringan komputer antar fakultas di Unhas. Dalam WAN itu terdapat ratusan PC di FK yang dijadikan komputer publik untuk diakses para mahasiswa. Karena memakai flashdisk tiap hari WAN itu terus disusupi berbagai virus komputer.

Ketika WAN terus diserang virus, Mahmud menyadari virus komputer ternyata hanya bekerja pada sistem operasi berbayar yang dipakai workstation WAN itu. Padahal, kenyataannya, ada sistem operasi yang gratis tetapi kebal virus, yakni Linux. Dia pun akhirnya menjajal sistem operasi Linux, memakai distro Ubuntu. Sejak itu, dia bebas dari virus komputer.

Menyadari kelebihan dan kemudahan penggunaan Linux, secara bertahap dia memulai migrasi sistem operasi komputer di FK yang berbayar ke sistem operasi Linux yang gratis. Kegetolan Mahmud mengampanyekan Linux menarik minat beberapa mahasiswa FK, tetapi mereka jarang bertahan lama memakai Linux. Kebanyakan kembali memakai sistem operasi komputer berbayar. Lalu dia menyadari bahwa tanpa aplikasi yang berguna, orang enggan memakai Linux. Padahal Mahmud memiliki banyak e book kedokteran dan video praktik kedokteran. Dia akhirnya merancang distro Linux yang berisikan e-book dan video koleksinya.

Rancangan distro Linux baru itu dieksekusi Fadly kasim, pemrogram Linux di Makassar. Fadly memodifikasi distro Linux Ubuntu dan Linux Mint yang dirombaknya hingga dua kali. Pada pertengahan 2009, lahirlah distro Linux baru, MedicaLinux.

Mahmud terus menawarkan penggunaan MedicaLinux. MedicaLinux adalah live CD, bisa digunakan tanpa instalasi ke komputer. CD itu akan berfungsi menjadi sistem operasi dan pengguna bisa mengakses e-book dan video kedokteran di dalamnya.

Seperti distro Linux lainnya, MedicaLinux itu dibagikan secara gratis. Calon pengguna cukup mengganti harga keping DVD dan cangkangnya. Selain koleksi e-book dan video kedokteran, sistem operasi ini dilengkapi aplikasi pengolahan kata, foto, koneksi internet, layaknya distro Linux lainnya, dan semuanya merupakan piranti lunak tak berbayar.

Mahmud tidak berpuas diri dengan MedicaLinux. Kini dia dan Linux User Group Ujungpandang (LUGU) tengah membangun aplikasi opensource untuk mendukung paperless hospital medical record.

Riset dan analisis oleh Vizcardine Audinovic

Profil

  • Nama Lengkap

    Mahmud Ghaznawie

  • Alias

    No Alias

  • Agama

  • Tempat Lahir

  • Tanggal Lahir

    0000-00-00

  • Zodiak

    -

  • Warga Negara

  • Biografi

    Mahmud Ghaznawie adalah pembantu Dekan IV Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Makassar. Dia merupakan pencetus MedicaLinux di Indonesia. Ayah dua anak ini sudah bergelut dengan komputer sejak FK Universitas Hasanuddin (Unhas) menerima bantuan dua unit komputer Radio Shack TRS-DOS dari Belanda pada tahun 1984. Pada tahun 1985, ia melanjutkan studinya di The University of Western, Australia.

    Saat bertugas di Laboratorium Patologi Unhas pada 2000, Mahmud merintis pembuatan Local Area Network (LAN) di laboratorium itu. Tahun 2002, dia membangun LAN pimpinan Dekanat FK Unhas. Pelan tetapi pasti, jaringan LAN FK Unhas berkembang menjadi Wide Area Network (WAN), jaringan komputer antar fakultas di Unhas. Dalam WAN itu terdapat ratusan PC di FK yang dijadikan komputer publik untuk diakses para mahasiswa. Karena memakai flashdisk tiap hari WAN itu terus disusupi berbagai virus komputer.

    Ketika WAN terus diserang virus, Mahmud menyadari virus komputer ternyata hanya bekerja pada sistem operasi berbayar yang dipakai workstation WAN itu. Padahal, kenyataannya, ada sistem operasi yang gratis tetapi kebal virus, yakni Linux. Dia pun akhirnya menjajal sistem operasi Linux, memakai distro Ubuntu. Sejak itu, dia bebas dari virus komputer.

    Menyadari kelebihan dan kemudahan penggunaan Linux, secara bertahap dia memulai migrasi sistem operasi komputer di FK yang berbayar ke sistem operasi Linux yang gratis. Kegetolan Mahmud mengampanyekan Linux menarik minat beberapa mahasiswa FK, tetapi mereka jarang bertahan lama memakai Linux. Kebanyakan kembali memakai sistem operasi komputer berbayar. Lalu dia menyadari bahwa tanpa aplikasi yang berguna, orang enggan memakai Linux. Padahal Mahmud memiliki banyak e book kedokteran dan video praktik kedokteran. Dia akhirnya merancang distro Linux yang berisikan e-book dan video koleksinya.

    Rancangan distro Linux baru itu dieksekusi Fadly kasim, pemrogram Linux di Makassar. Fadly memodifikasi distro Linux Ubuntu dan Linux Mint yang dirombaknya hingga dua kali. Pada pertengahan 2009, lahirlah distro Linux baru, MedicaLinux.

    Mahmud terus menawarkan penggunaan MedicaLinux. MedicaLinux adalah live CD, bisa digunakan tanpa instalasi ke komputer. CD itu akan berfungsi menjadi sistem operasi dan pengguna bisa mengakses e-book dan video kedokteran di dalamnya.

    Seperti distro Linux lainnya, MedicaLinux itu dibagikan secara gratis. Calon pengguna cukup mengganti harga keping DVD dan cangkangnya. Selain koleksi e-book dan video kedokteran, sistem operasi ini dilengkapi aplikasi pengolahan kata, foto, koneksi internet, layaknya distro Linux lainnya, dan semuanya merupakan piranti lunak tak berbayar.

    Mahmud tidak berpuas diri dengan MedicaLinux. Kini dia dan Linux User Group Ujungpandang (LUGU) tengah membangun aplikasi opensource untuk mendukung paperless hospital medical record.

    Riset dan analisis oleh Vizcardine Audinovic

  • Pendidikan

  • Karir

    • Dekan IV Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin

  • Penghargaan

Geser ke atas Berita Selanjutnya