PROFIL BERDASARKAN ABJAD
INDONESIA
Nila F Moeloek

Foto:

Nila F Moeloek


Nama Lengkap : Nila F Moeloek

Alias : Nila Moeloek | Nila Farid Moeloek | Nila Djuwita F. Moeloek | Nila Djuwita Farid Moeloek | Nila Djuwita Anfasa Moeloek

Profesi : Politisi

Agama : Islam

Tempat Lahir : Jakarta

Tanggal Lahir : Senin, 11 April 1949

Zodiac : Aries

Warga Negara : Indonesia


Suami : Farid Moeloek
Anak : Muhammad Reiza Moeloek, Puti Alifa Moeloek, Puti Annisa Moeloek
BIOGRAFI

Nila Farid Moeloek, wanita kelahiran Jakarta 11 April 1949 yang kini berusia 65 tahun ini resmi ditunjuk sebagai Menteri Kesehatan Republik Indonesia dalam Kabinet Kerja Jokowi JK untuk periode 2014-2019.

Nila Moeloek sendiri dipilih menjadi Menteri Kesehatan hingga 2019 mendatang karena memiliki pengalaman dan curriculum vitae yang sangat baik di bidang kesehatan. 

Mengambil pendidikan jenjang sarjana di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dirinya kemudian melanjutkan pendidikan spesialis mata serta mengikuti program sub-spesialis di International Fellowship di Orbita Centre, University of Amsterdam, Belanda dan di Kobe University, Jepang. Nila Moelok pun melanjutkan pendidikannya di Pendidikan konsultan Onkologi Mata program Doktor Pasca-Sarjana di FKUI.

Terkait karirnya sendiri, sosok wanita satu ini tercatat pernah menjadi Ketua umum Dharma Wanita Persatuan Pusat periode 2004-2009, Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Mata (Perdami), dan Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI) periode 2011-2016. Selain itu, Nila juga aktif mengajar di program doktor pasca sarjana Fakultas Kedokteran UI serta menjadi dokter mata di RSCM.

Istri Farid Anfasa Moelok, Menteri Kesehatan di era presiden B.J. Habibie pada 1997 hingga 1999 ini sebenarnya sudah menjadi kandidat menteri kesehatan di kabinet Indonesia Bersatu II. Sayang, dirinya gagal menjadi Menteri Kesehatan di era kepemimpinan SBY.

Tak memilihnya sebagai Menteri Kesehatan, Susilo Bambang Yudhoyono kala itu mendapuk ibu tiga anak ini sebagai utusan khusus Presiden Republik Indonesia untuk Millennium Development Goals yang bertugas menurunkan kasus HIV-AIDS dan angka kematian ibu dan anak.

Riset dan analisa oleh Dwi Zain Musofa

PENDIDIKAN
  • Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
  • Program Pendidikan Dokter Spesialis Mata dan Program sub-spesialis di International Fellowship di Orbita Centre, University of Amsterdam, Belanda dan di Kobe University, Jepang
  • Pendidikan konsultan Onkologi Mata dan Program Doktor Pasca-Sarjana di FKUI

 

KARIR
  • Menteri Kesehatan Indonesia Ke-20
  • Dokter Mata di RSCM
  • Ketua umum Dharma Wanita Persatuan Pusat (2004-2009)
  • Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Mata (Perdami)
  • Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI) periode 2011-2016
SOCIAL MEDIA
Twitter : https://twitter.com/NilaMoeloek

Kirim ke teman
  • Kirim copy ke email saya

    • Kirim ke



ARSIP BERITA
  • Kamis, 12 Oktober 2017 12:23:41 Kasus kematian bayi Debora, Ombudsman gelar rapat dengan Dinkes DKI

    Kasus kematian bayi Debora, Ombudsman gelar rapat dengan Dinkes DKI. Diskusi tersebut bertujuan untuk menindaklanjuti peristiwa kematian bayi Debora yang meninggal di RS. Kalideres, Jakarta Barat.

  • Rabu, 20 September 2017 01:14:00 Menteri Kesehatan: Jangan anggap enteng sakit flu

    Menteri Kesehatan: Jangan anggap enteng sakit flu. Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengimbau, masyarakat agar tidak menganggap ringan influenza atau penyakit saluran pernapasan akut yang disebabkan virus influenza karena dapat menjadi wabah.

  • Selasa, 19 September 2017 13:42:11 Menkes masih tunggu laporan terkait peredaran obat ilegal selain PCC

    Dia mengaku juga masih menunggu adanya laporan dari Dinas Kesehatan di Daerah terkait adanya peredaran jenis obat lain yang menyerupai PCC.

  • Senin, 11 September 2017 19:45:29 Sebelum kasih sanksi, Menkes minta penjelasan RS Mitra Keluarga soal tewasnya Debora

    Sebelum kasih sanksi, Menkes minta penjelasan RS Mitra Keluarga soal tewasnya Debora. Nila menyebut, pihaknya ingin mendengarkan keterangan RS dan BPJS soal kebenaran penyebab tewasnya Debora karena lambat mendapat penanganan. Hal itu karena pihak keluarga terkendala masalah uang muka atau down payment (DP).

  • Senin, 11 September 2017 10:34:42 Kasus bayi Deborah, Menkes tunggu penjelasan RS Mitra Keluarga

    Kasus bayi Deborah, Menkes tunggu penjelasan RS Mitra Keluarga. Nila akan mendengarkan penjelasan dari kedua belah pihak terlebih dahulu. Nila juga akan menunggu hasil dari Dinkes DKI yang hari ini memanggil pihak RS Mitra Keluarga Kalideres.

  • Senin, 11 September 2017 11:14:38 HUT ke-69, Polwan 'digembleng' dua menteri wanita

    Nila mengutarakan bahwa Polwan selain harus menurut terhadap perkataan pimpinan. Polwan juga harus menuruti perkataan seorang pemimpin rumah tangga. Susi mengatakan, bahwa antara Polwan dengan Polisi laki-laki juga mempunyai hak dan kesamaan yang dituntut untuk bekerja secara profesional.

  • Senin, 3 April 2017 18:33:19 Kasus Fidelis, Menkes sebut ganja bisa buat 'fly' lupakan rasa sakit

    Kasus Fidelis, Menkes sebut ganja bisa buat 'fly' lupakan rasa sakit. Nila menyebutkan, kemungkinan besar ganja bukan untuk mengobati suatu penyakit. Namun, ganja hanya dapat mengurangi gejala dari penyakit yang diderita oleh pengguna ganja. Hal ini juga berlaku bagi orang yang menggunakan morphin.

  • Jumat, 30 Juni 2017 10:35:13 Kapolri, Menhub dan Menkes tinjau arus balik di Cileunyi

    Kapolri dan rombongan yang datang dengan menggunakan komuter langsung masuk ke dalam tenda pos pelayanan untuk mendengarkan laporan langsung situasi arus mudik dari Kakorlantas Brigjen Pol Royke Lumowa, Polres Bandung dan Polres Garut dan Dinas Perhubungan.

  • Kamis, 13 April 2017 14:11:26 Bahas penyelenggaraan haji 2017, DPR undang 4 menteri Jokowi

    Bahas penyelenggaraan haji 2017, DPR akan undang 4 menteri Jokowi. Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan, agenda rapat konsultasi akan membicarakan evaluasi sekaligus teknis persiapan pemerintah dalam menyelenggarakan haji.

  • Rabu, 12 April 2017 23:31:00 Menkes klaim kondisi gizi anak-anak di Jawa Barat sudah baik

    Namun demikian, lanjut Nila, angka tersebut masih berada di bawah angka yang diminta WHO. Sehingga Pemprov Jabar diminta untuk terus menurunkan angka kurang gizi di wilayahnya "Jadi Pak Gubernur harap kerja lebih keras lagi," katanya.