PROFIL BERDASARKAN ABJAD
INDONESIA
Rieke Diah Pitaloka Intan Permatasari

Foto:

Rieke Diah Pitaloka Intan Permatasari


Nama Lengkap : Rieke Diah Pitaloka Intan Permatasari

Alias : Rieke Diah Pitaloka | Rieke | Oneng

Profesi : Politisi

Agama : Islam

Tempat Lahir : Garut, Jawa Barat

Tanggal Lahir : Rabu, 8 Januari 1947

Zodiac : Capricorn

Hobby : Membaca | Diskusi | Olahraga

Warga Negara : Indonesia


Suami : Donny Gahral Adian
Anak : Sagara Kawani Adiansyah
BIOGRAFI

Rieke Diah Pitaloka Intan Permatasari lahir di Garut, Jawa Barat pada 8 Januari 1974. Ia mengawali karirnya sebagai aktris sinetron. Dari sekian banyak sinetron yang pernah dibintanginya, sitkom Bajaj Bajurilah yang paling mengorbitkan namanya. Dalam sinetron komedi yang tayang di Trans TV itu, ia beradu akting dengan komedian Mat Solar yang berperan sebagai seorang supir bajaj bernama Bajuri.

Di sinetron bersutradara Aris Nugraha itu, Rieke berperan sebagai Oneng, istri Bajuri, yang berkarakter polos bahkan terkesan blo’on. Peran yang kerap mengundang tawa itu akhirnya berhasil memancing kekaguman pemirsa atas aktingnya. Penghargaan dari Forum Film Bandung 2003 sebagai Aktris Wanita Terpuji pun berhasil disabet Rieke.

Selain sinetron, Rieke juga menjajal dunia teater. Di samping untuk terus menggali potensinya dalam berakting, ia juga ingin melepaskan imej Oneng yang selama bertahun-tahun melekat padanya. Meski terbilang sukses, nampaknya peran tersebut lama kelamaan membuatnya jengah. "Aku ingin image Oneng yang o’on hilang dari diriku makanya lewat pementasan ini aku akan coba mengikis image tersebut sedikit demi sedikit," ungkapnya pada acara jumpa pers pementasan teater yang berjudul 'Cipoa' yang digelar di pertengahan Juni 2007.

Setelah dunia seni peran, jebolan Sastra Belanda Universitas Indonesia ini mulai merambah dunia politik. Ketertarikan Rieke pada politik tak main-main atau hanya sekadar latah mengekor jejak rekan seprofesinya yang lebih dulu berkecimpung sebagai politikus.

Rieke mengaku, selama aktif dalam bidang politik, ia sering mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan lantaran terlalu vokal menyuarakan aspirasi rakyat. Ancaman pun kerap ia dapatkan dari oknum-oknum yang berseberangan pemikiran dengannya. Tapi hal itu tidak pernah menyurutkan semangatnya untuk terus menyuarakan aspirasi rakyat.

Keseriusan dan komitmennya dibuktikan dengan berbagai jabatan yang pernah diamanatkan padanya. Rieke pernah menjabat sebagai wakil sekretaris jenderal DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pimpinan Muhaimin Iskandar.

Belakangan ia mengundurkan diri dari partai berbasis massa Islam tersebut untuk kemudian bergabung ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) pimpinan Megawati Soekarnoputri. Partai berlogo banteng itulah yang kemudian mendukung pencalonannya sebagai caleg pada Pileg tahun 2009. Berbekal popularitasnya sebagai selebriti, Rieke yang mewakili Daerah Pemilihan Jawa Barat II berhasil melenggang ke Senayan sebagai anggota DPR periode 2009-2014.

Dalam melakukan tugas sebagai anggota dewan, perlu ditopang oleh kemampuan intelektualitas. Selain kritis, ia juga figur yang amat mementingkan pendidikan. Di tengah puncak karirnya, Rieke tetap berusaha menimba ilmu. Setelah berhasil meraih gelar sarjana di bidang filsafat dan sastra, perempuan yang kerap disapa Keke ini meneruskan studinya ke jenjang S-2 jurusan Filsafat Universitas Indonesia (UI).

Bahkan tesisnya yang berjudul Banalitas Kejahatan: Aku yang tak Mengenal Diriku, Telaah Hannah Arendt Perihal Kekerasan Negara sudah dijadikan buku dengan judul Kekerasan Negara Menular ke Masyarakat terbitan Galang Press. Peluncuran buku tersebut dilakukan pada 19 Oktober 2004 bertempat di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki

Di sela-sela padatnya aktivitas, Rieke juga aktif menulis. Selain tentang politik, politikus yang vokal memperjuangkan nasib kaum hawa ini juga gemar merangkai kata menjadi sebuah puisi indah. Pada Desember 2001, ia mempublikasikan kumpulan puisi-puisinya dalam sebuah buku berjudul Renungan Kloset untuk pertama kali. Dua tahun kemudian, April 2003, Rieke meluncurkan ’sekuel’ buku kumpulan puisi Renungan Kloset yang diberi tajuk Dari Cengkeh sampai Utrecht. Selanjutnya, Rieke kembali meluncurkan karyanya, masih berbentuk kumpulan puisi yang kali ini diberi judul UPS! pada Desember 2005.

Selain rajin menelurkan karya tulisnya dalam bentuk buku, bintang iklan sebuah merk minuman kesehatan ini juga mendirikan Yayasan Pitaloka, sebuah yayasan yang bergerak di bidang sastra dan sosial kemasyarakatan.

Di samping soal popularitasnya sebagai aktris yang kemudian terjun sebagai politikus, kehidupan pribadi Rieke pun tak luput dari sorotan media. Rieke mengakhiri masa lajangnya setelah menerima pinangan seorang dosen filsafat Universitas Indonesia bernama Donny Gahral Adian pada Sabtu, 23 Juli 2005, di kediaman orangtua Rieke di Garut, Jawa Barat.

Rieke yang menikah di usia kepala 3 ini amat mendamba hadirnya momongan sebagai penerus keturunannya. Setelah menanti cukup lama serta mengalami dua kali keguguran, ia melahirkan bayi pertamanya pada 11 Maret 2009 pukul 15.20 WIB di Rumah Sakit Boromeus Bandung. Bayi berjenis kelamin laki-laki dengan berat 2,9 kg dan panjang 51 cm itu diberi nama Sagara Kawani Adiansyah, yang dalam bahasa Sunda berarti lautan keberanian.

Kini, Rieke dan Teten Masduki mencalonkan diri sebagai Calon Gubernur atau Wakil Gubernur Jawa Barat dalam pilkada Jabar.

PENDIDIKAN
  • Program Pasca Sarjana Filsafat Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (UI), 2001-2004.
  • Fakultas Sastra Jurusan Sastra Belanda Universitas Indonesia (UI), 1994-2000.
  • SMU Negeri 1, Garut, 1990-1993.
  • SMP Negeri 2, Garut, 1987-1990.
  • SD Yos Sudarso, Garut, 1981-1987.

Non Formal:

  • Kursus Filsafat di Extention Course Programme Driyakara School of Philosophy Jakarta, 2000.
  • Kursus Bahasa Inggris di The British Institue Jakarta, 2000.
KARIR
  • Anggota DPR RI Periode 2009-2014
  • Aktris
  • Pendiri Yayasan Pitaloka

Organisasi:

  • Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan DPP PDI Perjuangan, 2008-sekarang.
  • Star Fellow of Greenpeace Jakarta, 2006-sekarang.
  • Ketua Yayasan Pitaloka, 2006-sekarang.
  • Gerakan Mahasiswa UI (Aliansi Pro Demokrasi Anti Militerisme), 1998.
SOCIAL MEDIA
riekepitaloka.blogdetik.com
http://www.riekediahpitaloka.com/

Kirim ke teman
  • Kirim copy ke email saya

    • Kirim ke



ARSIP BERITA
  • Selasa, 17 Oktober 2017 11:08:09 Baru menjabat, Anies Baswedan diimbau bahas soal kerja

    Diah mengatakan, permasalahan Jakarta tidak hanya ada di kawasannya, tetapi juga di daerah penyangga. Untuk itu, dia meminta, agar mantan Menteri Pendidikan itu untuk membangun komunikasi dengan daerah penyangga, seperti Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan Jawa Barat.

  • Selasa, 3 Oktober 2017 02:29:00 Rieke Diah Pitaloka jadi penari gandrung di Hari Batik Nasional

    Anggota Komisi VI DPR Rieke Diah Pitaloka menjadi penari gandrung dalam peringatan Hari Batik Nasional yang digelar di Kota Malang, Jawa Timur. Tanpa canggung, Rieke memainkan sampur yang mendadak dikalungkan ke lehernya oleh seorang penari Gandrung Banyuwangi.

  • Kamis, 28 September 2017 05:32:00 PDIP kembali digoyang tuduhan PKI

    Bukan satu dua kali PDIP dikaitkan dengan ideologi komunis dan PKI. Bahkan, Ketum PDIP Megawati sempat membuat surat instruksi untuk para kadernya agar menyosialisasikan bahwa PDIP tidak ada hubungannya dengan PKI.

  • Rabu, 23 Agustus 2017 14:09:59 Komisi VIII akan bentuk Panja pengawasan umrah dan haji

    Diah menjelaskan, Panja nantinya akan membedah kekurangan regulasi yang telah berlaku. Sehingga ke depannya masyarakat tidak perlu khawatir dalam memilih biro jasa umrah atau haji untuk berangkat ke tanah suci.

  • Selasa, 13 Juni 2017 17:20:01 DPR geram PT JICT pidanakan karyawan yang bongkar kerugian negara

    DPR geram PT JICT pidanakan karyawan yang bongkar kerugian negara. Dengan adanya laporan BPK tersebut, kata dia, tuntutan tersebut harusnya telah terbantahkan. Sebab tak memiliki landasan hukum yang kuat.

  • Selasa, 13 Juni 2017 17:16:51 Pansus Pelindo: Lino sudah tersangka, tapi kok belum di follow up?

    Ketua Pansus hak angket PT Pelindo II, Rieke Diah Pitaloka, mempertanyakan lanjutan kasus dugaan korupsi menjerat mantan Dirut PT Pelindo, RJ Lino. Dia merasa heran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) seolah bungkam atas kasus tersebut.

  • Sabtu, 4 Maret 2017 08:00:00 Muncul kekecewaan Film Soekarno tak diputar depan Raja Salman

    Film dokumenter kunjungan Raja Faisal ke Jakarta pada tahun 1970 silam diputar ketika Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud datang ke Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Kala itu kedatangan Raja Faisal disambut langsung oleh Presiden Soeharto.

  • Jumat, 3 Maret 2017 14:57:26 PDIP protes, Fahri bilang film Soekarno harusnya diputar di istana

    PDIP protes, Fahri bilang film Soekarno harusnya diputar di istana. Fahri menyebut, arsip DPR terbatas sehingga sulit untuk mendapatkan film dokumenter kisah kerjasama yang dijalin Soekarno bersama Arab Saudi.

  • Jumat, 3 Maret 2017 14:47:44 Baleg DPR desak pemerintah segera keluarkan supres RUU ASN

    Baleg desak pemerintah segera keluarkan supres RUU ASN. Rieke menuturkan, jika ada poin-poin yang tidak disetujui oleh pemerintah, seharusnya dimasukkan dalam daftar invetaris masalah (DIM) pemerintah. Apalagi, RUU ASN telah masuk di Prolegnas 2017 sebagai bahasan antara DPR dan Pemerintah.

  • Jumat, 3 Maret 2017 11:36:30 PDIP kecewa tak ada pemutaran video peran Soekarno bagi Arab Saudi

    PDIP kecewa tak ada pemutaran video peran Soekarno bagi Arab Saudi. "Tentang bagaimana seorang Soekarno memberikan sumbangsih arsitekturalnya terhadap renovasi Masjidil Haram misalnya. Kemudian beliau juga yang membawa pohon untuk penghijauan di Arafah. Videonya hanya soal Raja Faisal tentang kunjungan di Parlemen."