Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Profil

Taufiq Ismail

Profil Taufiq Ismail | Merdeka.com

Taufiq Ismail adalah seorang sastrawan senior Indonesia yang dibesarkan di Pekalongan dalam keluarga guru dan wartawan. Karena pengaruh lingkungan, profesi sebagai guru dan wartawan itu pun juga pernah dilakoninya. 

Taufiq dilahirkan di Bukittinggi dan menghabiskan masa SD di Yogyakarta, kemudian masa SMP kembali ke Bukittingi. Setelah itu ia melanjutkan SMA di Bogor, dan dengan pilihan sendiri Taufiq memilih jurusan kedokteran hewan di bangku kuliah karena ia ingin memiliki bisnis peternakan untuk menafkahi cita-cita kesusastraannya.

Meskipun berhasil menamatkan kuliahnya, akan tetapi Taufiq gagal untuk memiliki sebuah usaha ternak yang pernah ia rencanakan. Pendidikan singkat lain yang Taufiq tempuh adalah American Field Service International School, International Writing Program di University of Iowa, dan di Faculty of Languange and Literature, Mesir.

Sejak kecil, Taufiq sudah suka membaca dan bercita-cita jadi sastrawan ketika masih SMA. Sajak pertamanya bahkan berhasil dimuat di majalah Mimbar Indonesia dan Kisah. Sampai saat ini, Taufiq telah menghasilkan puluhan sajak dan puisi, serta beberapa karya terjemahan. Karya-karya Taufiq pun telah diterjemahkan ke berbagai bahasa, misalnya Arab, Inggris, Jepang, Jerman, dan Perancis.

Sebagai penyair, Taufiq telah membacakan puisinya di berbagai tempat, baik di luar negeri maupun di dalam negeri. Dalam setiap peristiwa yang bersejarah di Indonesia Taufiq selalu tampil dengan membacakan puisi-puisinya, seperti jatuhnya Rezim Soeharto, peristiwa Trisakti, dan peristiwa Pengeboman Bali. Ia bahkan sempat menulis puisi ketika kasus video Ariel Peterpan, Luna Maya, dan Cut Tari beredar. Dibidang musik, Taufik juga mahir menciptakan lagu. Ia bersama Bimbo, Chrisye, Ian Antono, dan Ucok Harahap menjalin kerjasama di bidang musik tahun 1974.

Karena menandatangani Manifes Kebudayaan, yang dinyatakan terlarang oleh Presiden Soekarno, ia sempat batal dikirim untuk studi lanjutan ke Universitas Kentucky dan Florida. Hal itu menyebabkan Taufiq dipecat sebagai pegawai negeri pada tahun 1964. Namun bagaimanapun, kenyataan tersebut tidak membuatnya putus asa dan berhenti berkarya.

Profil

  • Nama Lengkap

    Taufiq Ismail

  • Alias

    No Alias

  • Agama

  • Tempat Lahir

    Bukittinggi, Sumatera Barat

  • Tanggal Lahir

    1935-06-25

  • Zodiak

    Cancer

  • Warga Negara

    Indonesia

  • Ayah

    KH Abdul Gaffar Ismail

  • Ibu

    Timur M. Nur

  • Istri

    Esiyati Yatim

  • Anak

    Abraham Ismail

  • Biografi

    Taufiq Ismail adalah seorang sastrawan senior Indonesia yang dibesarkan di Pekalongan dalam keluarga guru dan wartawan. Karena pengaruh lingkungan, profesi sebagai guru dan wartawan itu pun juga pernah dilakoninya. 

    Taufiq dilahirkan di Bukittinggi dan menghabiskan masa SD di Yogyakarta, kemudian masa SMP kembali ke Bukittingi. Setelah itu ia melanjutkan SMA di Bogor, dan dengan pilihan sendiri Taufiq memilih jurusan kedokteran hewan di bangku kuliah karena ia ingin memiliki bisnis peternakan untuk menafkahi cita-cita kesusastraannya.

    Meskipun berhasil menamatkan kuliahnya, akan tetapi Taufiq gagal untuk memiliki sebuah usaha ternak yang pernah ia rencanakan. Pendidikan singkat lain yang Taufiq tempuh adalah American Field Service International School, International Writing Program di University of Iowa, dan di Faculty of Languange and Literature, Mesir.

    Sejak kecil, Taufiq sudah suka membaca dan bercita-cita jadi sastrawan ketika masih SMA. Sajak pertamanya bahkan berhasil dimuat di majalah Mimbar Indonesia dan Kisah. Sampai saat ini, Taufiq telah menghasilkan puluhan sajak dan puisi, serta beberapa karya terjemahan. Karya-karya Taufiq pun telah diterjemahkan ke berbagai bahasa, misalnya Arab, Inggris, Jepang, Jerman, dan Perancis.

    Sebagai penyair, Taufiq telah membacakan puisinya di berbagai tempat, baik di luar negeri maupun di dalam negeri. Dalam setiap peristiwa yang bersejarah di Indonesia Taufiq selalu tampil dengan membacakan puisi-puisinya, seperti jatuhnya Rezim Soeharto, peristiwa Trisakti, dan peristiwa Pengeboman Bali. Ia bahkan sempat menulis puisi ketika kasus video Ariel Peterpan, Luna Maya, dan Cut Tari beredar. Dibidang musik, Taufik juga mahir menciptakan lagu. Ia bersama Bimbo, Chrisye, Ian Antono, dan Ucok Harahap menjalin kerjasama di bidang musik tahun 1974.

    Karena menandatangani Manifes Kebudayaan, yang dinyatakan terlarang oleh Presiden Soekarno, ia sempat batal dikirim untuk studi lanjutan ke Universitas Kentucky dan Florida. Hal itu menyebabkan Taufiq dipecat sebagai pegawai negeri pada tahun 1964. Namun bagaimanapun, kenyataan tersebut tidak membuatnya putus asa dan berhenti berkarya.

  • Pendidikan

    • Sekolah Rakyat (Yogyakarta)
    • SMP (Bukittinggi)
    • SMA (Bogor)
    • Fakultas Kedokteran Hewan IPB (tamat 1963)
    • American Field Service International School guna mengikuti Whitefish Bay High School di Milwaukee, Wisconsin, AS (1956-1957)
    • International Writing Program, University of Iowa, Iowa City, Amerika Serikat (1971�1972 dan 1991�1992)
    • Faculty of Languange and Literature, American University in Cairo, Mesir (1993)

  • Karir

    • Ketua Senat Mahasiswa FKHP UI (1960-1961)
    • Wakil Ketua Dewan Mahasiswa (1960-1962)
    • Asisten dosen Manajemen Peternakan Fakultas Peternakan, Universitas Indonesia Bogor dan IPB (1961-1964)
    • Guru Ilmu Pengantar Peternakan di Pesantren Darul Fallah, Ciampea (1962)
    • Guru bahasa di SMA Regina Pacis, Bogor (1963-1965)
    • Kolumnis Harian KAMI pada tahun 1966-1970
    • Bersama Mochtar Lubis, P.K. Oyong, Zaini, dan Arief Budiman mendirikan Yayasan Indonesia mendirikan majalah sastra Horison (1966)
    • Pendiri Dewan Kesenian Jakarta (DKJ)
    • Pendiri Taman Ismail Marzuki (TIM)
    • Pendiri Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta (LPKJ) (1968)
    • Sekretaris Pelaksana DKJ
    • Pj. Direktur TIM
    • Rektor LPKJ (1968�1978)
    • Ketua Lembaga Kesenian Alam Minangkabau (1984-1986)
    • Sekretaris PII Cabang Pekalongan
    • Pengurus perpustakaan PII, Pekalongan (1954-1956)
    • Pendiri Badan Pembina Yayasan Bina Antarbudaya (1985)
    • Tahun 1974�1976 terpilih sebagai anggota Dewan Penyantun Board of Trustees AFS International, New York
    • Manajer Hubungan Luar PT Unilever Indonesia (1978-1990)
    • Anggota Badan Pertimbangan Bahasa, Pusat Bahasa dan konsultan Balai Pustaka
    • Aktif sebagai redaktur senior majalah Horison

  • Penghargaan

    • Anugerah Seni dari Pemerintah RI (1970)
    • Cultural Visit Award dari Pemerintah Australia (1977)
    • South East Asia (SEA) Write Award dari Kerajaan Thailand (1994)
    • Penulisan Karya Sastra dari Pusat Bahasa (1994)
    • Sastrawan Nusantara dari Negeri Johor, Malaysia (1999)
    • Doctor Honoris Causa dari Universitas Negeri Yogyakarta (2003)

Geser ke atas Berita Selanjutnya