PROFIL BERDASARKAN ABJAD
MANCANEGARA
Google

Foto:

Google


Nama Lengkap : Google

Alias : Google Inc.

Profesi : Situs Web

Tempat Lahir : Menlo Park, California, A.S.

Warga Negara : Googleplex, Mountain View, California, Amerika Serikat


No Relation
BIOGRAFI

Google Inc. adalah perusahaan multinasional Amerika Serikat yang bergerak di bidang layanan dan produk internet seperti mesin pencari, komputasi web, perangkat lunak, dan periklanan daring. Perusahaan ini didirikan oleh alumni Stanford University yaitu Larry Page dan Sergey Brin. Pada tahun 1996, mereka membangun sebuah mesin pencari (awalnya bernama BackRub) yang menggunakan link untuk menentukan pentingnya halaman web individu. Larry dan Sergey hanya 16% dari saham perusahaan, maka pada tanggal 4 September 1998, mereka membuat Google Inc. sebagai perusahaan swasta. Namun pada tanggal 19 Agustus 2004, perusahaan kemudian berubah menjadi perusahaan publik dengan sahamnya terdaftar di NASDAQ. Kini, markas Google berada di 1600 Amphitheatre Parkway, Mountain View, CA 94043.

Proyek Google dimulai pada bulan Januari 1996 sebagai sebuah proyek penelitian oleh Larry Page dan Sergey Brin ketika mereka berdua masih menjadi mahasiswa PhD di Stanford University di Stanford, California. Mesin pencari konvensional umumnya menghitung berapa kali istilah pencarian suatu web muncul pada halaman, namun kedua penemu Google ini menemukan teori lain yang lebih baik untuk menganalisis website. Mereka menganalisis hubungan antar wesbsites yang kemudian disebut dengan teknologi PageRank. Teknologi ini menentukan relevansi sebuah website oleh jumlah halaman, dan pentingnya halaman tersebut, yang menghubungkan kembali ke situs asli.

Larry dan Sergey awalnya menjuluki mesin pencari mereka dengan nama 'BackRub' karena sistemnya yang mengecek banklink untuk memperkirakan pentingnya sebuah situs. Kemudian mereka berganti nama menjadi Google yang sebenarnya berasal dari ejaan  kata "googol". Sebagai sebuah proyek akademis, Google awalnya dijalankan oleh website Stanford University'dengan domain google.stanford.edu dan z.stanford.edu.
Google kemudian diregistrasikan sebagai sebuah perusahaan pada tanggal 15 September 1997 meskipun berdirinya pada tanggal 4 September 1998. Perusahaan ini menjadikan garasi Susan Wojcicki, teman Larry dan Sergey, yang terletak di Menlo Park, California sebagai markas mereka. Craig Silverstein, sesama mahasiswa PhD di Stanford dipekerjakan sebagai karyawan pertama Google.

Pada Mei 2011, jumlah pengunjung bulanan ke Google melampaui satu miliar untuk pertama kalinya, meningkat 8,4 persen dari Mei 2010 (931.000.000). Pada Januari 2013, Google mengumumkan telah memperoleh $ 50 miliar dalam pendapatan tahunan di tahun 2012.
Penawaran umum perdana Google (IPO) terjadi pada tanggal 19 Agustus 2004. Pada saat itu Larry Page, Sergey Brin, dan Eric Schmidt setuju untuk bekerja sama di Google selama 20 tahun, sampai tahun 2024. Perusahaan ini menawarkan 19.605.052 saham dengan harga $ 85 per saham. Saham dijual dalam format lelang online yang unik menggunakan sistem yang dibangun oleh Morgan Stanley dan Credit Suisse sebagai penjamin kesepakatan emisi. Mayoritas saham Google masih dalam kendali perusahaan sehingga banyak banyak karyawan Google menjadi milyuner mendadak. Salah satu kompetetitor Google, Yahoo, yang memiliki saham 8,4 juta lembar saham Google sebelum IPO terjadi juga mendapat banyak keuntungan.

Dengan tingginya nilai jual saham Google, banyak orang mengisukan perubahan company culture dan filosofi anti-corporate dan no evil-nya. Meskipun Larry dan Sergey berjanji bahwa pada laporan untuk investor potensialnya IPO tidak akan merubah apa pun, namun berbagai artikel seperti The New York Times mulai menyoroti perubahan itu. Maka, untuk mencegah perubahan budaya dalam perusahaan, Google secara khusus membuat Chief Culture Officer yang bertugas yang melakukan tugas HRD Google. Chief Culture Officer dimaksudkan untuk mengembangkan dan mempertahankan budaya dan pekerjaan tetap pada jalan yang benar menuju nilai-nilai inti perusahaan.

Produk-produk yang diluncurkan Google Inc sebagai hasil dari banyak akuisisinya dengan perusahaan lain akhirnya meluncurkan Web Search, Mobile, News, Translate, Blog Search, Alerts, Google Chrome, Image Search, Drive, Groups, Scholar, dan lain lain. Sedangkan berikut ini merupakan beberapa perusahaan yang diakuisisi Google dalam 10 tahun terakhir:

  1.     Picasa (Image Organizer)
  2.     Genius Labs (Blogging)
  3.     Android (Mobile Software)
  4.     AOL (Broadband internet access)
  5.     Measure Map (Weblog Software)
  6.     Orion (Web Search Engine)
  7.     Youtube (Video Sharing)
  8.     AdScape (In Game Advertising)
  9.     Marratech (Video confferencing)
  10.     DoubleClick (Online Advertising)
  11.     FeedBurner (Web Feed)
  12.     On2 (Video Compression)
  13.     Slide.com (Social Gaming)
  14.     eBook Technologies (eBook)
  15.     Admeld (Online Advertising)
  16.     Motorola Mobility (Mobile device manufacturer)


Riset dan Analisa oleh Kustin Ayuwuragil D.

Last update: 14:40  16/11/2013

SOCIAL MEDIA
No Sosmed

Kirim ke teman
  • Kirim copy ke email saya

    • Kirim ke



ARSIP BERITA
  • Jumat, 4 Agustus 2017 13:08:28 RI jadi pertama di Asia terapkan sistem penangkal konten negatif

    Setidaknya, ada dua inovasi diterapkan, pertama adalah penerapan sistem trusted flagger yang berfungsi untuk melaporkan konten bermuatan negatif, kemudian legal remover yang berfungsi untuk menghapus konten.

  • Jumat, 4 Agustus 2017 13:29:18 Kemenkominfo gandeng Google tangani konten terorisme dan radikalisme

    Menteri Komunikasi dan Informasi, Rudiantara mengatakan selama ini pihaknya butuh waktu yang lama untuk menghapus konten yang bermuatan negatif seperti radikalisme dan terorisme yang tersebar di dunia maya. Untuk itu, Kemenkominfo menggandeng Google dan Twitter untuk penanganan konten negatif tersebut.

  • Jumat, 4 Agustus 2017 13:42:03 Google dan Kemkominfo punya cara baru tangkal konten negatif

    Google dan Kemkominfo punya cara baru tangkal konten negatif. Mereka akan menggunakan sistem baru, yakni Trusted Flagger dan Legal Removal. Kominfo juga telah menyiapkan panel untuk membantu terlaksananya program ini, di antaranya ICT Watch dan Wahid Institute.

  • Jumat, 4 Agustus 2017 13:42:03 Google dan Kemkominfo punya cara baru tangkal konten negatif

    Google dan Kemkominfo punya cara baru tangkal konten negatif. Mereka akan menggunakan sistem baru, yakni Trusted Flagger dan Legal Removal. Kominfo juga telah menyiapkan panel untuk membantu terlaksananya program ini, di antaranya ICT Watch dan Wahid Institute.

  • Kamis, 15 Juni 2017 16:37:24 Bila Google lunasi pajak, Menkominfo rampungkan aturan OTT

    Bila Google lunasi pajak, Menkominfo rampungkan aturan OTT (Over The Top). Pemerintah mengeluarkan Surat Edaran kepada penyedia OTT global yang beroperasi di Indonesia. Mereka diwajibkan berbadan hukum tetap dan menyesuaikan beberapa sistemnya dengan kondisi di Indonesia.

  • Selasa, 13 Juni 2017 12:18:47 Sri Mulyani: Pajak google dibayar sesuai SPT 2016

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan sudah ada kesepakatan antara pemerintah dan perusahaan teknologi asing, Google dalam pembayaran pajak kepada pemerintah. Pembayaran akan dilakukan sesuai dengan surat pemberitahuan tahunan (SPT) 2016.

  • Kamis, 4 Mei 2017 14:43:08 Google dan Facebook kuasai seperlima pasar iklan dunia

    Raksasa Silicon Valley, Google dan Facebook berhasil meraup lebih dari USD 100 miliar dari belanja iklan global. Kedua perusahaan telah meningkatkan pangsa pendapatan iklan global mereka dari sekitar sepersepuluh pada 2012 menjadi seperlima pada 2016.

  • Minggu, 9 April 2017 13:00:00 Departemen tenaga kerja AS tuding Google diskriminasi gaji

    "Pada titik ini, departemen telah memiliki bukti bahwa terjadi diskriminasi yang signifikan terhadap pekerja wanita."

  • Senin, 6 Maret 2017 08:00:00 Kisah panjang kasus Google hingga akhirnya bersedia bayar pajak

    Kasus beberapa perusahaan teknologi informasi asing yang menolak untuk membayar pajak kepada pemerintah sempat menggegerkan masyarakat. Sebab, pemerintah tengah mengejar penerimaan negara, salah satunya dari perpajakan. Salah satu perusahaan teknologi informasi yang membangkang untuk membayar pajak, yaitu Google.

  • Kamis, 19 Januari 2017 18:09:26 Google enggan komentar terkait pertemuan dengan Ditjen Pajak

    Pihak Google diwakili tiga orang, dan enggan berkomentar mengenai hasil pertemuan dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Semuanya kompak tidak memberi pernyataan sama sekali.