PROFIL BERDASARKAN ABJAD
MANCANEGARA
Recep Tayyip Erdogan

Foto:

Recep Tayyip Erdogan


Nama Lengkap : Recep Tayyip Erdogan

Alias : No Alias

Profesi : Birokrat

Agama : Islam

Tempat Lahir : Istanbul, Turki

Tanggal Lahir : Jumat, 26 Februari 1954

Zodiac : Pisces

Warga Negara : Turki


Istri : Emine Gulbaran
Anak : Ahmet Burak, Necmettin Bilal , Esra , Sumeyye
BIOGRAFI

Meskipun terlahir dari sebuah keluarga miskin, saat ini ia adalah salah satu Perdana Menteri Turki yang paling sukses. Reccep Tayyip Erdogan lahir pada tanggal 26 Februari 1954 di Rize, sebuah kota kecil di pantai Laut Hitam Turki. Anak dari lima bersaudara ini dulunya hanya hidup dari pendapatan sang ayah yang merupakan seorang penjaga pantai.

Ketika Erdogan berusia 13 tahun, ia dan keluarganya pindah ke Istanbul demi mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Erdogan kemudian masuk ke sebuah sekolah Islam. Lulus dari sana, ia melanjutkan studinya tentang manajemen bisnis di Istanbul Marmara University. Ketika masih aktif menjadi mahasiswa, ia bergabung dengan gerakan politik yang berkembang di Negara Islam tersebut.

Bekal ketika menjadi aktivis kemahasiswaan itulah yang kemudian membantu perjalanan karirnya. Pada tahun 1994, ia mulai aktif dalam dunia politik dengan mengikuti pemilihan Walikota Istanbul, Ibukota sekaligus kota terbesar di Turki. Berkat kemampuannya dalam berpidato dan strategi-strategi kampanyenya, ia berhasil menduduki kursi Walikota Istanbul dengan dukungan sebagian besar warga ibukota Turki tersebut.

Pada bulan Januari 1998, pengadilan tertinggi Turki menutup partai yang ia pimpin dan melarang anggotanya untuk melakukan kegiatan politik. Ia kemudian ditahan karena dianggap berusaha untuk melemahkan dasar-dasar sekularitas negara tersebut.

Pada tahun 2001, Erdogan mendirikan Partai Pembangunan dan Keadilan. Partainya kemudian mampu menang telak dalam pemilihan umum tahun 2002 sehingga mampu menguasai hampir dua pertiga kursi parlemen. Namun, karena masih dalam masa hukuman, Erdogan tidak bisa menjadi perdana menteri saat itu; sehingga Abdullah Gul, rivalnya, kemudian diangkat menjadi perdana menteri.

Pada bulan Desember 2002, Dewan Pemilihan Agung membatalkan hasil pemilihan umum 2001 karena disinyalir terjadi ketidakberesan pemilihan dan pemilihan baru dijadwalkan pada 9 Februari 2003. Di pemilu ulangan inilah ia kemudian mampu mengungguli Abdullah Gul sekali lagi. Erdogan pun kemudian diangkat menjadi perdana menteri.

Last Update: 4/8/2014

PENDIDIKAN
  • Marmara University
KARIR
  • Perdana Menteri Turki (2003-sekarang)
  • Anggota Parlemen Wilayah Islanbul (2007)
  • Anggota Parlemen Wilayah Siirt (2003-2007)
  • Pemimpin Partai Pembangunan dan Keadilan (2001)
  • Walikota Istanbul, Turki (1994-1998)
SOCIAL MEDIA
twitter.com/#!/rt_erdogan

Kirim ke teman
  • Kirim copy ke email saya

    • Kirim ke



ARSIP BERITA
  • Kamis, 27 April 2017 08:31:00 Bantah omongan Erdogan, Rusia tegaskan tetap dukung Assad

    Bantah omongan Erdogan, Rusia tegaskan tetap dukung Assad. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kemarin menegaskan Rusia tetap mendukung Presiden Suriah Basyar al-Assad dan soal nasib dia selanjutnya hanya boleh ditentukan oleh rakyat Suriah.

  • Kamis, 20 April 2017 11:17:12 Usai memenangkan referendum, Erdogan akan temui Trump bulan depan

    Usai memenangkan referendum, Erdogan akan temui Trump bulan depan. Hal ini untuk memenuhi undangan Trump yang ingin bertemu Erdogan di Washington. Meski demikian, jadwal pastinya masih dalam proses perundingan kedua negara.

  • Selasa, 18 April 2017 20:10:00 Curangnya pemungutan suara referendum Turki yang menangkan Erdogan

    Curangnya pemungutan suara referendum Turki yang menangkan Erdogan. Kemenangan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada referendum Turki menimbulkan pro dan kontra. Menurut beberapa pengamat, sebanyak 2,5 juta suara kemungkinan besar telah dimanipulasi.

  • Selasa, 18 April 2017 12:03:56 Trump telepon Erdogan soal hasil referendum Turki

    Trump telepon Erdogan soal hasil referendum Turki. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengucapkan selamat kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan atas kemenangannya dalam referendum.

  • Selasa, 18 April 2017 07:18:00 Kekuasaan Erdogan tak terbatas, bagaimana masa depan Turki?

    Masa depan Turki di era baru kekuasaan absolut Erdogan. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mendulang kemenangan dari hasil referendum dengan suara sebesar 51,4 persen, Erdogan semakin menguatkan cengkramannya di ranah politik Kemenangan Erdogan ini kemudian memuluskan langkahnya mengganti sistem pemerintahan.

  • Minggu, 16 April 2017 10:39:03 Referendum Turki penentu kekuasaan Presiden Erdogan akan dimulai

    Referendum Turki penentu kekuasaan Presiden Erdogan akan dimulai. Rakyat Turki hari ini akan menentukan apakah setuju atau tidak memperluas kekuasaan Presiden Recep Tayyip Erdogan. Pilihan itu ditentukan dalam referendum yang dihelat pagi ini untuk mengubah sistem pemerintahan yang berlaku di negara tersebut.

  • Senin, 27 Maret 2017 16:13:54 Spanduk 'bunuh Erdogan' muncul di tengah protes anti-Turki

    Spanduk 'bunuh Erdogan' muncul di tengah protes anti-Turki. Kejaksaan Swiss kini tengah memburu pelaku yang mengibarkan sebuah spanduk berisi ajakan membunuh Presiden ayyip Erdogan. Tindakan itu diambil setelah pemerintah Turki memprotes keberadaan bendera, jaksa juga menganggapnya sebagai penghasutan tindak kriminal.

  • Senin, 27 Maret 2017 06:26:00 Ketika Erdogan bikin pemimpin Eropa berang lewat isu Islamisasi

    Ketika Erdogan bikin pemimpin Eropa berang lewat isu Islamisasi. Belakangan ini sebagian rakyat Eropa meyakini ancaman Islamisasi di Benua Biru itu nyata. Hal yang sebetulnya berlebihan namun Erdogan, dengan agenda politiknya, semakin membuat rakyat Eropa geram dan para pemimpin mereka berang.

  • Jumat, 24 Maret 2017 07:19:00 'Turki di bawah Erdogan menuju negara diktator'

    'Turki di bawah Erdogan menuju negara diktator'. Mantan pemimpin redaksi koran tertua di Turki Cumhuriyet, Can Dundar, menuliskan opininya di koran the Guardian tentang kondisi Turki di bawah kepemimpinan Presiden Recep Tayyip Erdogan. Kebebasan pers di Turki kini terancam.

  • Rabu, 22 Maret 2017 08:18:00 Dulu ngemis-ngemis, kini Turki musuhi Uni Eropa

    Dulu ngemis-ngemis, kini Turki musuhi Uni Eropa. Ulah Jerman dan Belanda yang melarang kegiatan politik Turki digelar di sana membuat Presiden Recep Tayyip Erdogan emosi bukan kepalang. Apalagi, salah satu menterinya sampai dilarang masuk saat akan menggelar kampanye yang memperkuat kekuasaan Erdogan atas negerinya.